Husnul Amalia–Muslimah Diver

Assalammu’alaikum wr.wb  POLITE people..How’s your Ramadhan..? Semoga tetap lancar dan penuh berkah yah..Aamiin..

Kali ini POLITE berkesempatan untuk mewawancarai seorang muslimah yang memiliki hobi diving. Cool.. Yuk, disimak..Benar-benar menarik lho..!!

??????????????????????

Sejak kapan Husnul menyukai diving?

Saya menyukai diving sejak zaman sekolah dulu, sejak SMA sewaktu melihat acara menyelam di tv, rasanya ingin juga merasakannya. Tepatnya tahun 2009, tahun kedua saya kuliah saya mulai sertifikasi diving dengan bergabung di HIMBIO UNPAD.

Sail Bunaken Unpad

Sail Bunaken Unpad

Apakah dengan hijab, Husnul mendapatkan kendala pada saat itu?
Alhamdulillah tidak ada kendala
Apa yang mendorong Husnul untuk ikut serta dalam acara SAIL BUNAKEN?

Waktu itu baru beberapa bulan saya memiliki sertifikat diving, saya dan teman ikut acara ini, terbilang nekat juga, karena waktu itu kami masih pemula, masih basic diver..Kami terdorong karena waktu itu acara ini akan memecahkan rekor dunia GWR (Guinness World Record)..Terutama lagi, ini acara International dan mempertemukan penyelam-penyelam dari seluruh Indonesia dan dunia. Jadi pasti bisa menambah teman dan pengalaman juga.

Sail Bunaken

Sail Bunaken

 Tolong ceritakan dong, pengalaman Husnul waktu ikut serta dalam acara SAIL BUNAKEN?

Acara Sail Bunaken ini sebenarya  tidak hanya pemecahan rekor menyelam saja. Acara rekor pemecahan selam dilakukan di Pantai Malalayang Manado, bukan di Bunaken nya.Waktu itu kami berangkat awal Agustus, dari Jakarta ke Manado naik kapal TNI, KRI Tanjung Kambani 971 namanya. Selama ±7 hari perjalanan sampai di Manado. Makan, akomodasi, transport di tanggung semua oleh TNI. Gratis hehe…

Selama dalam perjalanan di kapal ada suatu acara yg berkesan, namanya mandi Khatulistiwa. Acaranya diadakan pada saat kapal melintas tepat di garis ekuator bumi. Para TNI AL berdandan seperti Dewa Neptunus, dan beberapa mahasiswa yang ikut serta di kapal jadi korban dimandikan dengan oli dan sebagainya..seru!! Di kapal ini sulit air jadi kalau mau mandi harus nunggu pengumuman adanya air,hehe…

Setiba di Manado kami pindah ke KRI Surabaya 591. Beberapa hari sebelum acara, kami melakukan gladi resik. Kami memecahkan rekor dunia untuk rekor “ The Largest scuba Diving Lesson” pada tanggal 16 Agustus 2009 dan “The Most People Scuba Diving Simultaneously during the 64th Indonesian National Day (Independence Day) Ceremony “ pada tanggal 17 Agustus. Itu suatu kebanggaan buat kami. Setelah berhasil memecahkan rekor, kami naik ke permukaan laut, dan saling bersalaman, saling mengucapkan selamat dengan para peserta lainnya. Rasanya bangga, senang, haru bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia selam.

Perjalanan pulang ke Jakarta, saya naik kapal yang sama, beberapa teman saya memilih pulang naik pesawat. Waktu itu sudah masuk Ramadhan, karena perjalanannya kurang lebih seminggu dari manado-jakarta, hari pertama puasa  dan beberapa hari setelahnya saya habiskan di kapal. Aktivitasnya seperti biasa, buka, sahur. Tapi yg berkesan adalah shalat tarawih berjamah di dek kapal, beratapkan langit yg dihiasi bintang-bintang dan suara kapal yang memecah ombak..Subhanallah.

Apakah Husnul punya pengalaman menantang yang lain, selain turut serta dalam acara SAIL BUNAKEN? Bisa tolong ceitakan pengalamannya?

Reef Check Karimujawa

Reef Check Karimujawa

OLYMPUS DIGITAL CAMERA???????????????????????????????

Tahun 2010 saya teman-teman belajar metode reef check di Pulau Karimunjawa dalam acara Reef Check Karimunjawa yang diadakan UNDIP, di sana kami juga memecahkan rekor MURI kuliah bawah laut.

Kuliah di Bawah Laut

Kuliah di Bawah Laut

Tapi pengalaman yg paling menantang adalah skripsi saya sendiri. Saya melakukan penelitian skripsi tentang terumbu karang di Bintan, Kepulauan Riau. Tepatnya di Conservation Lab Banyan Tree Bintan, selama 3 bulan. Disana saya melakukan penyelaman untuk penelitian saya.

???????????????????????????????

Bintan

???????????????????????????????

Saya meneliti tentang kondisi ekosistem terumbu karang, kesesuaian dan daya dukung wisatanya.  Itu pengalaman yang berharga juga buat saya. Selama disana saya harus belajar lebih mandiri, dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Alhamdulillah semuanya lancar.

Selain pengalaman-pengalaman yang lalu, apakah Husnul masih mempunyai mimpi yang lebih menantang lagi?

Saya ingin menjadi ahli toksikologi lingkungan dan saya senang mengajar. Cita-cita saya dari kecil ingin menjadi guru/dosen. Semoga suatu hari saya bisa menjadi dosen dan peneliti di bidang tersebut.

Punya pesan untuk POLITE people yang punya kegemaran menantang adrenalin?
Always safety first …:-)

For more info:

Name: Husnul Amalia
Place and Date of birth: Banda Aceh, 27 Januari 1990
Education: S1 Biologi UNPAD – lanjut S2 Biologi Lingkungan ITB
e-mail: husnul.amalia@gmail.com
twitter: @husnulamalia
fb: Husnul Amalia
Iklan

Putri Anggia-TRANS 7 Reporter

Assalammu’alaikum wr.wb…Hi POLITE people…

Kali ini, POLITE berkesempatan untuk mewawancarai Putri Anggia, seorang muslimah aktif yang sudah lama menggeluti profesi sebagai reporter. Tanpa sengaja, kami berkenalan pada saat tim TRANS7 meliput POLITE. Penasaran dengan isi perbincangan kami? Silahkan disimak…:-)

DSC_1083

Ceritakan dong, awal mula karier Putri bisa terjun di dunia reporter? 

Sejak SMA saya memang sudah kepingin jadi jurnalis. Tepatnya begitu naik kelas 3 SMA. Waktu itu saya tidak diterima di IPA. Saya pikir, kalau di IPS nanti lanjutnya saya mau ambil jurusan apa ya? Berhubung saya suka sekali menulis, jurnalistik jadi pilihan saya.

DSC_1084

Apa suka duka dalam menggeluti profesi ini?

Sukanya banyaaak sekali….Bisa datang ke tempat-tempat jauh yang tidak mungkin kita datangi kalau bukan karena keperluan kerja.  Misalnya ke pelosok perkampugan mencari orang miskin untuk membuat liputan orang pinggiran. Bisa kenal desiner-desiner terkenal.  Selain itu bisa lihat banyak hal secara langsung. Banyaaakk sekali. Banyak makanan jiwa. Dan itu memperkaya aku, menurutku. Hmmm….dukanya? harus meninggalkan anak dan suami. Itu dukanya. Kalau capeknya nggak pernah jadi duka.
Menurut Putri, sejauh mana pengaruh hijab dalam dunia yang Putri geluti?

Hijab membuat aku jadi fleksibel masuk ke lingkungan mana aja. Terutama kalau tiba-tiba harus liputan masjid, misalnya..atau bertemu kiyai, aku tidak perlu bingung bagaimana harus berpakaian. Dan kalau dibawa liputan santai juga enak. Tidak perlu pusing menata rambut, hehe. Dan tidak perlu takut baju tidak sesuai, karena baju tertutup pas buat kesempatan apapun. Hijab..sangat cocok untuk jurnalis. Tapi..jangan sekali-kali pakai baju dan kerudung yang kelewat gombrong dan ribet. Yang nyaman dan simple aja.

DSC_0866

Apa profesi sekarang adalah impian Putri?

Yup…definately. I looove this job. Aku pernah resign dari Trans7 tahun 2008 lalu. Di tahun 2011 pengen kerja lagi. Tidak terpikir pekerjaan lain selain kembali lagi ke sini.
Selain menjadi reporter, apa impian Putri yang masih belum tercapai?

Mmmm…apa ya? Banyak sih. Ingin membuat program baru sih.. Yang asli dari ide aku sendiri. Program yang fenomenal dan everlasting.
Motivasi untuk para muslimah yang ingin berprofesi seperti Putri?

Pokoknya jangan pernah berpikir jilbab dan baju tertutup menghalangi mimpi kita. Justru hijab adalah penyempurna diri kita sebagai muslimah. Menandakan sehebat apapun kamu di dunia ini kamu masih takut dan taat pada Sang Pencipta. Terimakasih..

For more info:

Nama lengkap: Putri Anggia

TTL: Jakarta, 30 April 1984

Pendidikan terakhir: S1 Jurnalistik

Alamat e-mail: pu3anggia@gmail.com

Account Social MediaFB: Putri Anggia IG: @pu3anggia twitter: @pu3anggia line: pu3anggia

Dini Fitria-Producer of Jazirah Islam TRANS7

Asw POLITE pople…It’s 5 days left to Ramadhan..Are you ready? Let’s prepare ourselves for this RAMADHAN. Don’t ever waste your time…Okay dear..?!! 

Pada bulan Ramadhan nanti, ada program yang menarik, bertajuk Jazirah Islam di TRANS7. Alhamdulillah, POLITE berkesempatan untuk mewawancarai Dini Fitria, produser sekaligus salah satu presenter di program ini. Yuk, disimak hasil wawancara POLITE  dengan Dini Fitria..:-)

Dini-Fitria 1

Hi Din, ceritakan dong,awal mula karier Dini bisa sampai menjadi produser acara Jazirah Islam?

Ide pembuatan program Jazirah Islam ini berawal saat aku liputan di Korea Selatan. Waktu itu aku ditugaskan untuk liputan farm trip biasa, yah semacam liputan yang sifatnya fun and happy dengan mengunjungi tempat wisata dan kulinernya. Tapi setelah aku pikir, rasanya sayang kalau tidak ada sebuah hal istimewa yang aku liput disini, kebetulan sebentar lagi bulan puasa. Akhirnya aku buat beberapa liputan tentang minoritas muslim di Korea Selatan, khususnya di Seoul. Hal yang sangat menarik bisa mengetahui kehidupan muslim minoritas di negri yang mayoritas non muslim. Sebuah liputan yang sexy di mataku, tidak hanya berisi tentang informasi biasa, tapi ada unsur dakwah, nilai humanis,  entertain dan  edukasi. Saat liputan tersebut tayang di program redaksi trans7, ternyata banyak yang terkesan dan menganggap liputan seperti ini punya potensi, apalagi ditayangkan selama bulan Ramadan.

Akhirnya aku buat konsep, cari sponsor dan membuat sistem program yang independent. Jadi tidak bersatu lagi ke package liputan redaksi. Akhirnya di 2010-skrg program ini Allhamdullilah tetap exsist. Aku juga masih dipercaya untuk meng handle program ini sampai sekarang.

Dini-Fitria 3

Apa suka duka pada saat pembuatan program Jazirah Islam?

Suka dukanya banyak sekali. Mulai dari awal sampai sekarang aku banyak mengalami jatuh bangun. Karena membentuk sebuah program itu tidak lah mudah apalagi berhubungan dengan banyak lembaga baik dalam maupun luar, juga berhubungan dengan banyak orang dan kepentingan. Aku masih ingat pada tahun 2010, saat itu reporternya hanya aku sendiri, dan harus mengurus segala sesuatu sendiri. Mulai dari prepare liputan yang sifatnya teknis maupun non teknis, seperti mengurus VISA, menghubungi KBRI dan kedutaan negara yang kita tuju. Belum lagi content, konsep program dan lain-lain bisa dibilang tantangan liputan JI ini sangat dasyat tapi entah kenapa bagiku itu sebuah hal yang mengasyikkan.

Tahun 2010 aku harus liputan ke Asia dan Eropa, masing-masing sebanyak tiga negara jadi totalnya enam negara. Pada tahun yang sama aku berangkat dalam jangka waktu kurang lebih 80 hari dan sifatnya estafet. Jadi di Asia tiga negara selama dua bulan lebih kemudian pulang sebentar ke Jakarta lalu berangkat lagi ke Eropa untuk liputan di tiga negara dengan total waktu yang sama. Belum berangkat saja sudah banyak sekali tantangannya. Apalagi di saat liputan dan setelah pulang.

Untuk merencanakan sebuah liputan harus melalui beberapa tahap, pra produksi, eksekusi dan pasca produksi. Jadi sebelum berangkat ada tahap pra produksi di mana kita harus memastikan semua dapat terpenuhi dengan baik, eksekusi juga dapat berjalan lancar selama di sana ( soal akomodasi, guide, dll). Kemudian setelah pulang liputan harus mengurus liputan lagi untuk diedit dan ditayangkan. Pada saat itu peran aku tidak hanya jadi reporter tapi juga presenter dan produsernya.

Total negara yang sudah kukunjungi selama liputan JI sudah 12 negara, Asia, Eropa dan Amerika.

Dini-Fitria 2

Apa liputan paling favorit di program ini?

Banyak sekali.. Karena konsep program JI adalah menelusuri minoritas muslim di negara mayoritas non muslim. Jadi aku bisa tahu bagaimana Islam di negara tersebut beserta komunitasnya. Aku bisa merasakan atmosfer Islam di bagian belahan dunia lain. Bisa memaknai hidup orang-orang yang hijrah dan berjihad di jalan yang berbeda dengan yang dari lahir dianutnya. Bahkan seringkali menjadi saksi dari ke Islaman mereka. Aku bisa mendengar tawa dan air mata mereka saat mendengar masa jahiliyah dan juga masa bahagia mereka saat sebelum dan setelah memeluk Islam. It’s so amazing feeling!

Kalau negara favourit, Spanyol, Italia, Meksiko. Walaupun semua negara memberi kesan yang mendalam, tapi kalau untuk menikmati ya ketiga negara itu. Apalagi saat aku liputan di Cordoba dan Granada, It’s really unique.

Dini-Fitria
Dari tahapan karier yang sudah dijalani, mana yang paling berkesan dan banyak hikmah?

Semuanya berkesan, karena bagiku aku menjadi seperti ini sekarang adalah hasil perjuangan yang kulakukan dari awal karir. Semua liputan dan tahap karir memiliki maknanya sendiri, pengalaman berarti, dan hikmahnya sendiri. It’s depend on us to get the meanings.

Selain menjadi produser, apa impian Dini yang masih belum tecapai?

Jadi penulis skenario film dan bisa menghasilkan content cerita film yang edutainment. Semoga saja obsesi ku bisa tercapai.

Oya Din, boleh diceritakan sedikit, tentang buku yang sudah ditulis dan akan terbit dalam waktu dekat ini?

photo

photo (1)

Novel fiksi Islami perdanaku berjudul “Scappa per Amore”. Judulnya diambil dari bahasa Itali, yang berarti lari karena cinta. Novel ini mengisahkan tentang seorang reporter bernama Diva,  yang patah hati dan berniat mengundurkan diri dari pekerjaanya sebagai wartawan. Tetapi di saat yang sama Ia malah ditugaskan ke Eropa oleh pemimpin redaksinya untuk meliput program Ramadhan selama tiga bulan. Rasa putus asanya berganti menjadi sebuah semangat baru apalagi ia memang merencanakan pergi meninggalkan Jakarta dalam jangka waktu yang tak ditentukan. Kesempatan berharga itu dijalaninya dan tanpa Ia sadari di situlah awal dari perjalanan mencari makna hidupnya. Pertemuan Diva dengan orang Eropa yang ditemuinya memberi arti tersendiri. Ia akhirnya menemukan banyak jawaban dari segala pertanyaannya selama ini, termasuk soal cinta.
Setelah dilema soal cinta berhasil ditaklukannya, sekarang malah masalah yang lebih penting lainnya datang. Kerinduan mamanya yang sedang sakit keras di Jakarta membuat hatinya gamang untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Bagaimanakah kisah petualangan Diva? Makna apa saja yang ditemuinya? Bisakah dia mencari pengganti cinta yang telah meninggalkannya? Bagaimanakah sebenarnya kondisi mama Diva? Apakah Diva tetap melanjutkan perjalanan atau memutuskan kembali pulang?

Buku ini sangat menarik untuk dibaca, bisa dibilang “puzzle about love, life and how to find yourself“‘. The meanings of life from others. Atau bisa juga dibilang seperti mozaik perjalanan cinta di benua biru. Tidak hanya cinta pada manusia tapi juga alam dan Pencipta.

Buku ini diendorse oleh beberapa tokoh penting seperti Ishadi Sk, Komaruddin Hidayat, Taufik  Ismail, Sandrina Malakiano, Fadh Jibran, Irfan Ihsan, Arturo Cerulli, Yahya Sergio Yahe Pallavicini, Ahmad Fuadi.

Settingan buku ini ada di enam negara: Eropa, Belanda, Jerman, Prancis, Italia, Austria, Spanyol. bisa dibilang buku ini fiksi yang based on true story.

Insya Allah mau diterbitkan pertengahan Juli ini sekitar tanggal 18, di Gramedia.  Untuk pre order, bisa dilihat di Buku Kita Online dari tanggal 4-14 Juli 2013. Semoga bisa menjadi teman menyenangkan di bulan Ramadhan..:-)

Pesan untuk para muslimah yang ingin berprofesi seperti Dini?

Hidup harus kuat!

For more info:

Nama lengkap: Dini Fitria
TTL: Padang, 23 maret 1982
Pendidikan terakhir: S1 Teknologi Hasil Pangan
Account Social Media:

•  Twitter Novel: @ScappaPerAmore
•  Twitter Author: @dinifitria_  dan @deneewijaya
•  Fanpage: Scappa per Amore
•  Website Novel: http://www.scappaperamore.com
•  Website Author: http://www.dinifitria.com

Syifa Fauzia – Presenter

Assalammu’alaikum Wr. Wb

Hallo POLITE people.. Apa kabarnya ? Semoga semakin lebih baik dalam segala halnya yaa, Aamiin.. Kali ini POLITE penasaran dengan kisah hijab muslimah yang satu ini, yang mana dia adalah seorang presenter berhijab.  Dia juga cukup lama tinggal di luar negeri untuk sekolah. Dia adalah Syifa Fauzia. Hmm, Bagaimana yaa kisahnya memakai hijab disana ? Yuk kita cari tahu kisah seru muslimah kelahiran 14 Mei 1984 ini..

5c9d75d6f4a511e18d1322000a1cba90_7

Ceritain dong, awal mula bisa terjun ke dunia presenter..

Dari dulu memang sudah tertarik di media, dan sempat beberapa kali magang di Indosiar dan Transtv, lalu setelah lulus, daftar menjadi reporter di Trans7, Alhamdulillah dapat banyak sekali manfaat saat menjadi reporter lapangan. Setelah setahun, dan di audisi, akhirnya, menjadi presenter Redaksi pagi trans7. Dan setelah 3 tahun saya resign, sekarang saya menjadi presenter freelance Indahnya Pagi di TVRI.

Apakah menjadi presenter adalah cita-cita sedari kecil?

Dari kecil saya suka tampil di depan umum, suka banget ngomong, tapi kalau untuk menjadi presenter tidak pernah menjadi cita cita, hanya keinginan saja. Walaupun memang saya seneng banget karena presenter berita berjilbab masih sangat jarang sekali tampil di tv

Apa keseruan dari profesi presenter?

Banyak banget serunya, karena menjadi presenter melatih kita untuk berbicara dengan tanggap di depan publik, memperkaya wawasan, menambah kenalan baru, dan belajar dari orang orang berpengalaman dan memberikan manfaat ke orang lain.

Apa suka-duka menjadi presenter?

Wah tidak terhitung suka dukanya. Waktu menjadi reporter lapangan, saya berkesempatan untuk melakukan live report saat mudik lebaran. Serunya karena saya terlahir betawi asli, jadi seumur hidup tidak pernah mudik. Jadi saya excited sekali saat harus meliput kegembiraan dan antusiasme para pemudik. Lalu juga saat meliput terorisme di Nusakambangan, atau saat menjadi reporter istana negara yang selalu mengikuti kemanapun Presiden pergi. Saat menjadi presenter dukanya adalah harus bangun pagi dan tidak boleh telat. Saya masih ingat saat jadi presenter Redaksi pagi, waktu itu saya sedang hamil, jadi sepanjang satu setengah jam siaran berita pagi, saya harus menahan mual dengan tetap tersenyum saat membaca berita. Hihihi..

image

Mulai memakai hijab dari kapan?

Dari sejak kelas 1 SMA.

Ceritakan dong, awal mula sampai memutuskan memakai hijab?

Saya terlahir dari keluarga yang sangat religius, kakek ulama besar, ibu saya pun ustadzah, sebelumnya memakai jilbab sudah sering disuruh, tapi sampai saya SMP masih ragu-ragu. Akhirnya saya bertekad pakai jilbab saat masuk SMA, dan saya ingin memberi kejutan pada orang tua dan keluarga, sehingga saat hari pertama saya masuk ke SMA Negeri 3 Setiabudi, orang tua kaget bukan kepalang, saat saya keluar kamar memakai baju seragam muslim. Saat mereka berucap bangga, sayapun bersyukur bisa buat mereka bahagia.

Cerita seru apa yang tidak pernah terlupakan saat awal menggunakan hijab ?

Waktu itu saat baru lulus dari SMA 3, orang tua menyarankan untuk melanjutkan sekolah ke Perth Australia. Hanya sebulan sebelum pergi ke Perth, tragedi 11 September terjadi di Amerika. Ibu saya takut kalau keamanan jiwa saya akan terganggu. Namun saya bertekad bahwa Insya Allah, Allah akan jaga saya, sehingga saya tetap pakai jilbab. Saat hari pertama orientasi, kebetulan kedua orang tua turut mengantar saya ke Perth, mereka kaget ketika pulang saya tetap pakai jilbab. Selama di Perth, Alhamdulillah saya tidak mendapatkan diskriminasi apapun. Salah satu hal yang unik  adalah setiap musim panas, suhu udara di Australia bisa mencapai 45 derajat C, banyak teman teman bule yang kegerahan dan terheran melihat  saya berjilbab dan memakai lengan panjang. Mereka sering bertanya, apa tujuan menutup aurat, mengapa harus berjilbab, dan apa yang membuat saya tidak kepanasan meskipun udara sangat panas. Saya pun menerangkan ke mereka semampu saya. Alhamdulillah, selama 4,5 th, Bachelor Degree of Film and TV saya di Curtin University Perth Australia selesai juga, tanpa kendala berarti.

6626a2fafa7511e1a82b22000a1cd171_7

Tinggal cukup lama di negeri orang bagaimana rasanya kak dengan kondisi sudah memakai hijab ?

Iya, Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri. Selesai S1, ada tawaran untuk mendaftar beasiswa ke Inggris, saya pun berfikir apa salahnya untuk mencoba. Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa S2 belajar di Inggris dari pemerintah Inggris lewat Chevening Scholarship. Sekitar bulan agustus saya berangkat ke London karena telah diterima oleh Westminster University dengan jurusan Public Communication and PR. Disana saya sempat ragu akan keamanan memakai jilbab, karena London adalah kota besar, dan penduduknya pun beragam. Namun ketika sampai, ternyata populasi muslim di London sangatlah banyak, dan London pun didatangi oleh berbagai macam orang dari berbagai negara, untuk tinggal, belajar, atau sekedar ber wisata. Namun berbeda seperti waktu sekolah di Australia, di kampus saya tidak ada satupun orang Indonesia atau orang melayu sekalipun. Di dorm atau asrama tempat saya tinggal pun tidak ada mahasiswa S2 yang memakai jilbab. Tapi Alhamdulillah, saya tidak berkecil hati, dan untungnya berjilbab tidak membuat saya susah dalam berteman. Bahkan teman satu gedung saya di asrama sangat menghormati ketika saya puasa, berhari raya dan juga tidak mengkonsumsi makanan tak halal. Selama 1 tahun hidup di London, hingga wisuda disaksikan seluruh keluarga, Alhamdulillah tidak ada diskriminasi sebagai muslimah berjilbab yang saya rasakan. Berbeda sewaktu di Perth, muslimah berjilbab tidak terlalu banyak, sehingga setiap bertemu,meski tidak kenal,kami saling melempar senyuman. Namun di London, populasi muslim jumlahnya banyak, jadi mereka pun tak asing melihat muslimah lain memakai jilbab. Bahkan ketika saya mengunjungi pertokoan terkemuka yakni Harrods dan Selfridges, banyak sekali perempuan timur tengah berjilbab, membawa barang belanjaan yang mahal harganya dengan memakai baju dan tas yang gaya dan modis. Berjilbab di negara non muslim, memberi pengalaman berarti bagi hidup saya.

Adakah pengaruh memakai hijab di dunia profesi kakak sekarang?

Berjilbab dan tampil di televisi membaca berita itu masih langka. Tidak semua tv mau menerima, mungkin untuk reporter lapangan tidak masalah, tapi untuk di studio, beberapa tv masih belum berpikiran terbuka. Alhamdulillah dulu Trans7 menerima saya. Dan sekarang saya senang sekali menjadi presenter acara ‘Indahnya pagi’ setiap 4.30 pagi hari senin, karena selain acara tersebut adalah acara agama, saya pun dapat berbagai pengetahuan agama yang bermanfaat.

profile_16129572_75sq_1330731568

Bicara tentang hobi kakak yang sangat suka travelling, kenapa suka travelling kak ?

Saya suka sekali explore ke tempat tempat baru, kadang kadang suka ngga nyangka saya berani, tapi kalo ngga berani kemana mana pasti jadinya ngga dapet pengalaman apa apa.

Pesan apa yang ingin disampaikan untuk para POLITE people yang pada saat ini sudah banyak yang memakai hijab?

Alhamdulillah, saya senang sekali sekarang yang sadar bahwa menutup aurat adalah kewajiban dan segera berjilbab tidak hanya ibu-ibu atau yang sudah menikah, remaja, atau anak kecil pun sudah terbiasa memakai jilbab. Semoga Allah menjaga mereka tetap istiqomah, dan tentunya tidak lupa, memakai jilbab pun tetap ada aturannya, yaitu tidak berlebihan, over accessorise, dan tidak memakai baju ketat apalagi transparan.

Apa impian terbesar kakak saat ini ?

Impian terbesar saya adalah bisa mengembangkan pesantren yatim piatu Assyafiiyah yang dikelola oleh ibu saya menghasilkan anak anak yang berhasil di masa depan, dan berbuat lebih banyak bagi kepentingan masyarakat

Bagaimana pendapat kakak dengan fenomena banyak para muslimah berhijab yang pada saat ini banyak yang berkembang di bidang apapun?

Bagus banget, memakai jilbab adalah kewajiban, setiap perempuan dan wanita harus bisa berkembang dan menunjukkan potensinya, jangan sampai dengan memakai jilbab atau menjadi perempuan harus ragu dalam menampilkan potensi diri. Namun demikian harus tetap tahu kodratnya, dan mengetahui bahwa biarpun aktivitas dan kegiatan padat tapi tetap menomorsatukan keluarga.

Mudah-mudahan impian Kak Syifa dapat segera terwujud yaa, aamiin.. Dan untuk POLITE people, jangan ragu untuk berkarya dan untuk menjadi lebih bermanfaat bagi orang banyak, karena menjadi perempuan juga harus bisa berkembang dan menunjukan potensinya seperti Kata Kak Syifa, asal ingat, jangan lupakan kewajiban kita sebagai perempuan. 🙂

Wassalam
For More Info :

IDTwitter: @syifaf

Candella Sardjito –Interior Journalist

Assalammu’alaikum POLITE people..

Pada kesempatan kali ini, kita akan berbicara soal inspirasi. Pekerjaan yang menginspirasi, hobi yang menginspirasi, apapun yang menginspirasi. Insipirasi.. Inspirasi.. Inspirasi.. Pasti setiap dari kalian selalu membutuhkan inspirasi. Inspirasi untuk membereskan suatu pekerjaan, inspirasi untuk liburan, inspirasi untuk hobi kalian, inspirasi untuk sebuah lukisan, bahkan terkadang dibutuhkan inspirasi untuk menghilangkan kebosanan. Bermacam-macam cara orang untuk mendapatkan sebuah inspirasi. Tetapi dari berbagai cara, berkhayal adalah yang paling ampuh. Dan mengkhayal itu menyenangkan POLITE people.. Benar tidak ?

Bicara soal berkhayal, untuk wanita muslimah yang satu ini, berkhayal adalah salah satu hobinya. Dan ternyata hobinya tersebut berguna untuk memancing inspirasi yang selalu dia butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Menjadi seorang Interior Journalist bukanlah hal yang mudah loh POLITE people, tetapi wanita ini membuktikannya. Candella Sardjito biasa dipanggil Kanne adalah wanita muslimah yang bekerja menjadi jurnalis di salah satu tabloid interior. Sebenarnya Kanne ini adalah lulusan dari Desain Interior di salah satu universitas di Bandung. Hmm.. Mengapa bisa menjadi seorang jurnalis ya ? dan mengapa pada akhirnya memutuskan untuk bekerja di bidang ini ? Langsung saja yuk kita ngobrol-ngobrol dengan wanita penuh inspirasi dan penyuka hujan ini..

kaneu

Hallo Candella… Namanya bagus, boleh tahu arti dari namanya ?

Candella itu nama dari satuan intensitas cahaya, POLITE people.. Maksud orang tua aku memberiku nama itu, katanya sih biar walaupun kecil tapi bisa menyinari orang-orang sekitarnya. J

                Apa saja kesibukan sehari-harinya ?

        Sehari-hari, saya bekerja sebagai jurnalis interior, meliput dan mencari bahan tulisan untuk rubrik-rubrik yang saya kerjakan. Di waktu luang, saya senang menulis blog, sekedar jalan-jalan dengan kendaraan umum ataupun bersosialisasi dengan teman-teman.

Jurnalis terbiasa dikejar dengan deadline, bagaimana cara kamu untuk membagi waktu antara pekerjaan dan waktu kamu bermain atau sekedar menjalankan hobi ?

Kebetulan, pekerjaan dan hobi saya sejalan, yaitu menulis. Dalam jurnalistik ataupun dunia tulis menulis, seringkali terdapat writer’s block, akibat terlalu jenuh dan raibnya ide ketika menulis berita atau karya jurnalistik. Oleh karena itu, sembari menulis berita, sedikit-sedikit saya iseng mengisi blog. Sekadar menambah barisan diksi juga sih, hehe…

Awal mula kenapa bisa terjun di dunia jurnalist itu gimana ceritanya, sedangkan waktu kuliah mengambil jurusan desain interior. Boleh diceritakan ?

Sebenarnya, semua berawal dari hobi menulis blog, yang kembali saya tekuni seusai saya tugas akhir. Dari sana, saya baru menemukan lagi hobi saya yang sudah lama tidak tersentuh, gara-gara sibuk mengerjakan tugas kuliah. Dari situ, pekerjaan pertama saya justru langsung berkecimpung menjadi jurnalis, di sebuah media online pariwisata Bandung. Setahun berlalu, lama-lama saya tertarik dan ingin menekuninya lebih lanjut. Alhasil, saya mengambil langkah resign dari media online tersebut, untuk mendapat pendidikan jurnalistik di Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara. Lalu, sembari freelance sebagai jurnalis serta social media admin di sebuah kantor online-advertising, saya menimba ilmu menulis Feature kembali di Tobucil, dan ikut beberapa forum yang mendukung pendidikan tentang budaya dan human interest. Baru deh, diajak sama seorang teman untuk bekerja di tempat saya sekarang ini. Sampai sekarang sih keasyikan.

IMG-20121225-WA004

Sekarangkan jadi bekerja di Jakarta dan berpisah dengan keluarga dan orang terdekat di Bandung, pasti selalu ada kerinduan.Kalau lagi kangen, biasanya kamu ngapain ?

Kalo kangen sih saya langsung menelepon pihak-pihak yang bersangkutan, atau sekadar berbincang via dunia maya.

Ada cerita seru apa saja yang tidak akan terlupakan oleh kamu selama menjadi jurnalis ?

Banyak banget! Terlalu banyak sebenarnya. Karena menjadi jurnalis, saya sempat berbincang dengan Kenya Hara, seorang desainer asal Jepang yang juga merupakan Art Director MUJI. Selain itu, saya juga jadi banyak kenal dengan orang-orang hebat, seperti Dendy UNKL, Eddi Brokoli, arsitek-arsitek ternama, gara-gara pekerjaan ini. Tidak hanya orang tenar saja, saya juga bisa menjalin pertemanan baru dengan orang-orang yang tak berasal dari lingkungan asal saya.

Apa yang memotivasi kamu untuk yakin bekerja di bidang jurnalist ini ?

Saya suka menulis, suka mendokumentasikan memori, senang bercerita dan berkenalan dengan banyak orang. Yang penting dalam pekerjaan itu tidak hanya mencari materi, kan, to be in love with your job is the most awesome thing.

Apa suka – duka bekerja sebagai jurnalist ?

Dukanya? Capek, pastinya. Karena jam kerja yang tidak tentu, saya sering sekali – bahkan nyaris setiap hari pasti lembur. Kadang-kadang liputannya pun harus memakan waktu istirahat saya. Tapi sukanya, banyak sekali, susah diungkapkan dalam sedikit kata-kata.

Apa perbedaan dan adakah persamaannya saat bekerja menjadi jurnalist dan interior designer?

Bedanya, kalo jadi jurnalis itu lebih ke lapangan, sedangkan desainer interior itu harus berada di dalam ruangan, depan komputer terus menerus. Persamaannya, sama-sama lembur, tiap hari.

IMG-20121225-WA002

Kalau disuruh memilih, kamu lebih memilih menjadi jurnalist atau desainer interior ? Dan alasannya ?

Sampai detik ini, saya lebih suka menjadi seorang jurnalis. Di luar karakter saya yang cepat bosan, sehingga kalau bekerja di balik meja akan stress luar biasa, saya juga merasa terlalu banyak orang menjadi desainer interior belakangan ini, tapi, tidak banyak orang mendokumentasikannya. Designer also need to be published, right?

Sejak kapan menggunakan hijab dan bagaimana ceritanya hingga memutuskan untuk menggunakan hijab ?

Saya pakai hijab dari jaman SMP, dari masa-masa saya memakai hijab langsung, bermodel seperti mukena. Hahaha.. Dulu sih sederhana aja, Mama menyuruh saya menggunakan hijab, selepas saya SD. Dan sampai saat ini, Alhamdulillah tidak punya keinginan untuk melepasnya.

Apa arti dan fungsi hijab itu sendiri bagi kamu ?

Setidaknya, fungsi hijab bisa jadi pelindung dari diri saya sendiri, secara sederhana. Tidak usah mikir muluk-muluk soal ini-itu, mengatur diri sendiri, itu yang paling penting.

Apa tanggapan kamu melihat sekarang sudah banyak para muslimah yang memilih untuk berhijab ?

Senang sekali sebenarnya, melihat tren hijab cantik yang mulai menjadi mode dimana-mana. Hanya sekadar komentar nih, jangan sampai hijab membuat sebuah pemisah kasta, dan merendahkan teman-teman lainnya. Hijab memang menjadi sebuah penahan untuk berbuat hal-hal buruk bagi diri sendiri, bukan halangan untuk bersosialisasi.

Ada pengaruh tidak memakai hijab dengan pekerjaan kamu sekarang ?

Sebenarnya sih nggak ada sama sekali. Hanya kalau ada beberapa acara yang menyediakan wine atau sejenisnya, saya pasti tidak ditawari minuman tersebut, kan?

IMG-20121225-WA000

Mengapa menulis yang menjadi hobi utama kamu yang sampai akhirnya menjadi pekerjaan juga ?

Sejak kecil, saya suka menulis diari. Saya biasakan sampai saat ini. Karena menulis itu sama dengan bercerita, bedanya, diperlukan imajinasi disana. Dengan menulis, saya bisa menyisipkan perasaan, “listrik” dan hati saya ke dalam karya saya tersebut.  Dan setelah selesai menulis pasti ingin terus menulis dan menulis lebih baik lagi. 🙂

Apa impian terbesar kamu untuk kedepannya ?

Menjadi seorang penulis dan jurnalis hebat, tentunya. Ingin sekali suatu hari bisa bikin media idealis yang memuat bidang-bidang yang saya gemari, mulai dari budaya, travelling, desain, seni ataupun human interest. Semacam Tempo, tapi lebih ringan lah.

Pesan apa yang ingin disampaikan untuk para muslimah diluar sana ?

Seimbangkan hijab, tak hanya dalam hubungan dengan Allah SWT saja, tapi juga jangan lupakan sosialisasi, kepedulian terhadap satu sama lain. Jangan jadikan hijab sebagai eksklusifitas. Tidak usah takut memakai hijab tapi tetap menggunakan sneakers. Style itu diciptakan, bukan sebuah hukum alam yang sudah tertera dari sananya. Dan juga, jangan lupa terus berkarya, jangan sampai minder dan tidak percaya diri.

IMG-20121225-WA001

Bagaimana POLITE people ? Sudah terpancing untuk berinspirasi dan akan berkarya apa ? Yuk, Mari kita gali potensi kita terus menerus, sampai akhirnya kita menemukan passion kita, seperti apa yang telah dilakukan oleh Kanne. Semuanya berawal dari hobi, lalu dia kembangkan, belajar dan terus berlatih sampai akhirnya menemukan tempatnya untuk lebih banyak berkarya lagi. Dan ingat, jangan minder dan tetap percaya diri POLITE people.

Ayoo POLITE people.. kita nikmati dunia khayalan kita untuk mencari inspirasi dan imajinasi, lalu kita bangun dan wujudkan pada dunia ! 😀

Wassalam..

For More Info :

ID TWITTER : @heykandela

Blog : http://www.ceritahujancandella.blogspot.com

Dwi Putri Ratnasari – Traveler

Assalamualaikum Polite People. Kamis kali ini ada yang datang dari perjalanannya yang sudah menjelajah beberapa daerah di Indonesia, dia adalah Dwi Putri Ratnasari, seorang traveler dan juga kontributor dari http://www.hifatlobrain.net

Kata ‘traveling’ mungkin sudah cukup memancing imej pantai, gunung, daerah pedalaman di bayangan kita, mari segera kita simak percakapan singkat bersama Putri 🙂

Apa saja kegiatan Putri sehari-hari  ?

Saya kerja ‘serabutan’ sih, hehee… tapi mostly berkaitan dengan traveling. InsyaAllah tiap bulan selalu jadi travel writer lepas di beberapa majalah pariwisata. Lainnya ngerjain proyek gitu, yang ada hubungannya dengan travel videography.

Sejak kapan menyenangi dunia traveling, dan apa yang mendorong Putri untuk pertama kalinya ?

Sejak kecil udah biasa traveling, diajakin keluarga sampe ke Sumatra naik mobil. Yang mendorong hm apa ya? Suka aja ngerasain pengalaman baru tiap bepergian. Dan selalu pengen lagi, lagi, lagi…

Apa yang memotivasi Putri selama ber traveling ?

Jaman kuliah dulu sih motevasinya ya bersenang-senang. Refreshing dari tugas dan ujian. Kalo sekarang, traveling jadi pekerjaan ya. Saya dapat income dari bidang traveling. Kadang orang masih menganggap aneh, ‘pekerjaan’ kok ‘jalan-jalan’. Lah terus saya balik nanya, memang kenapa kalo pekerjaan itu berasal dari hobi yang kita sukai? 

Sejak kapan Putri berhijab dan apa pengaruhnya terhadap kegiatan traveling ?

Saya berjilbab dari kelas 6 SD,  jadi ya kira-kira tahun 1999… *Duh ketauan umur nih*

Waktu itu karena sekolah saya sekolah swasta Islam yang mewajibkan muridnya pake seragam tertutup. Terus masuk SMP Negeri keterusan aja, sampe sekarang.

Kalo masalah jilbab sebenernya ngga pengaruh ke dunia traveling ya. Jilbab kan masalah pribadi dan kepercayaan saja. 🙂

Daerah mana saja yang sudah ‘terjamah’ oleh Putri, mana yang paling baik dan juga buruk ?

Sejauh ini sudah ke Kalimantan Barat, Flores, Sumba, Bali, Maluku. 

Semua daerah di Indonesia punya karakteristik. Dari sosial budaya hingga ke masalah remeh temeh. Jadi ngga ada yang baik dan buruk. Nanti kamu bisa merasakan kalau sudah sering bepergian. 🙂

Adakah pengalaman menarik yang bisa dibagi ?

Waktu Oktober lalu, pengalaman camping pertama kali langsung di belantara hutan di Kalimantan Barat. Untuk menuju daerah tersebut harus menggunakan sampan menyusuri Sungai Kapuas hingga ke hampir ke bagian hulu. Total duduk di sampan mungkin sekitar 18 jam, dibagi dalam tiga hari, karena tidak mungkin bersampan kala sudah gelap.

Saya dan tim camping di sebuah wilayah yang dikeramatkan oleh suku setempat. Waktu itu hujan deres banget deh, di dalam tenda mikir aja, “ini enak kali ya, kalo di rumah tidurnya di kasur….” hehehe… Tapi seru banget, unforgettable lah 🙂

Adakah mimpi atau cita-cita Putri yang belum tercapai ?

Kayaknya belom ngebanggain orang tua deh 🙂

Apa pesan yang bisa dibagi untuk para muslimah yang memiliki ketertarikan yang sama dengan Putri?

Ya semoga saya ngga salah ngasih pesan hehe… Intinya, jangan merasa terhambat melakukan sesuatu asalkan itu baik. Go ahead lah! Traveling itu menyenangkan, meet someone new, feel then learn something new 🙂

Ya, kata-kata dari Putri yang sangat memotivasi adalah “feel and learn something new”. Kapan terakhir kita menyadari bahwa kita masih ada di dalam comfort zone dan enggan mencoba hal diluar kebiasaan ? Mungkin traveling adalah salah satu cara untuk menyadarkan kita bahwa dunia itu luas, dan kekuasaan Allah begitu besar menciptakan alam sebegitu indahnya, jangan sampai kita lupa menikmati dan mensyukuri anugerah dari Allah SWT.

Bersyukurlah setiap saat dan selalu semangat serta haus dengan hal baru yang bisa menjadikan diri kita lebih bermanfaat, semoga posting ini bisa mengobarkan semangat positif yang ada di dalam jiwa kalian, amin ..

have a nice day and wassalam ! 🙂

Kontak Putri :

bacasayasaja.blogspot.com
travelboogie.wordpress.com

Alifia Wardoyo – Dancer

Assalamualaikum Polite People, alhamdulillah .. kamis ini kami kedatangan lagi tamu istimewa yang menginspirasi. Dia adalah Alifia Wardoyo, salah satu founder dari njoged.com, sekaligus dancer yang penuh passion 🙂

Apa saja kegiatan Alifia sehari-hari  ?

Seperti biasa saja. Kerja lalu latihan menari di studio.

Image

Sejak kapan menyenangi dunia ‘dance’ dan secara spesifik, tarian apa saja yang disenangi ?

Sejak kecil sudah suka dengan tari. Sejak SMP sudah membulatkan tekad utk menjadi koreografer tapi ditentang oleh ortu. Akhirnya baru bisa menekuni dunia tari di masa akhir kuliah. Genre tari yang saya senangi tidak terbatas, mulai dari street style, tradisional sampai kontemporer saya suka.

Apa yang memotivasi Alifia untuk menjalani dunia ‘dance’ ?

Passion

Image

Sejak kapan Alifia berhijab dan apa pengaruhnya dalam kegiatan ‘dance’ ?

Sejak kecil sudah pakai jilbab. Ga ada pengaruhnya sama dunia tari, dan saya ga pernah melihatnya sebagai penghalang. Justru saya baru sadar klo ini aneh sampe ada yang bertanya soal jilbab saya. Rata2 teman menari saya adalah non-muslim tapi mereka tidak pernah mempermasalah soal hijab. Saya dibiarkan berpakaian lebih longgar&tertutup dibanding yang lain. Dari sini saya belajar benar soal toleransi antar umat beragama.

Apa saja yang sudah berhasil dicapai oleh Alifia ?

Tidak banyak. Dan tidak berusaha untuk mencapai yang muluk-muluk. Saya cukup senang & puas kalau sehari-hari saya dipenuhi dengan latihan menari bersama teman-eman walau tanpa pertunjukan yang wah.

Image
Adakah pengalaman menarik yang bisa dibagi ?

Banyak sekali. Apalagi perjuangan bersama teman2 ketika membangun komunitas, membuat event dan sebagainya, walau sulitnya minta ampun tapi justru membuat kami makin cinta dengan tari beserta komunitasnya.

Image

Adakah mimpi atau cita-cita Alifia yang belum tercapai ?

Tentu banyak ide yang belum bisa terwujud, namun sedikit demi sedikit dengan segala keterbatasan(karena sulitnya mencari sponsor) kami mewujudkan satu per satu mimpi kami.

Apa pesan yang bisa dibagi untuk para muslimah yang memiliki ketertarikan yang sama dengan Alifia?

Mungkin tidak ada karena saya merasa tidak pantas untuk sok memberi nasihat karena pencapaian saya belum ada apa-apanya ^^.

Siapa yang sama-sama mempunyai hobi sebagai dancer ? Sepertinya berhijab memang bukan halangan jika kita memang terus mengejar mimpi kita. Biarkan imajinasi kita setinggi langit, dan hati tetap membumi. Have a nice day all, wassalam ..  🙂

Kontak Alifia :

alifia@njoged.com

Ayudia A.P. (Ririe) – Site Planner

1. Tolong jelaskan dong, apa itu Site Palnner dan Job Descriptionnya apa aja…?

Sesuai dg namanya, Site artinya tempat – atau dalam lingkup pekerjaan saya adalah lapangan. Planner artinya perencana. Jadi bisa dikatakan saya adalah planner/perencana yg di tempatkan khusus di lapangan (onshore maupun offshore).

Mungkin sedikit penjelasan tentang onshore offshore untuk yang belum tau. Dalam project yg saya kerjakan, scope-nya adalah dimulai dari fabrikasi sampai konstruksi dan installasi. Fabrikasi dilakukan di yard yg berada di onshore (darat), setelah fabrikasi selesai dilakukan konstruksi dan instalasi yg dilakukan di offshore (lepas pantai/laut).

Job description dari Site Planner adalah membuat plan dan schedule untuk project sesuai dengan scopenya dan memastikan serta mengontrol bahwa yg dieksekusi di lapangan sesuai dg apa yg sudah direncanakan agar project bisa selesai on schedule. Selain itu, Site Planner harus mengikuti setiap kondisi/masalah di lapangan yg terjadi serta memberikan solusi/alternative plan kepada CSR-Company Site Representative (pimpinan tertinggi di lapangan) agar project tetap bs diselesaikan on schedule. Smakin banyak masalah di lapangan, semakin banyak pekerjaan utk Site Planner membuat ulang rencana ke depan (re-baseline). Seperti tiada gading yg tak retak, begitu juga tiada project tanpa masalah.. =)

2.       Sudah berapa lama Riri bekerja di posisi ini dan apakah ini impian Riri?

Saya memulai karir dari fresh graduate sbg Planner sejak akhir tahun 2005 (di perusahaan yg berbeda). Tapi posisi Planner tersebut bukan utk di Site melainkan di office. Sementara utk posisi di Site sendiri baru sekitar satu tahun trakhir ini. Awalnya, saya mau mengambil posisi ini karena berpikir ada tantangan lain dan ada yg bisa saya pelajari yg tidak bisa saya dapatkan jika hanya bekerja di kantor/belakang komputer. Dan setelah saya terjun, ternyata ini pekerjaan yg memang sangat saya sukai, benar-benar pekerjaan yg saya impikan. Lebih dinamis dari segi tempat kerja maupun jalannya project. Selain itu jg rotasi kerja yg 2 minggu On – 2 minggu Off membuat saya punya waktu libur yg lebih berkualitas karena cukup panjang, bukan sekedar weekend.. =)

3.       Kalau melihat foto-foto nya, sepertinya Riri bekerja di lingkungan yang didominasi kaum pria, tolong ceritakan dong, bagaimana kondisi lingkungan kerja di sana?

Yupp..betul bangett. Mungkin karena pekerjaan yg memang berat dan memerlukan fisik yg kuat serta lokasinya yg berada di remote area (utk onshore +/- 2 jam perjalanan darat dr Balikpapan, utk offshore +/- 2 jam prjalanan laut dengan kapal dari lokasi onshore) membuat jarang perempuan yg mau mengambil pekerjaan sperti ini. Teman perempuan saya di tempat kerja cuma sekretaris & dokumen control, itu pun hanya utk di onshore. Sementara saat project mulai konstruksi di offshore, saya jd SATU2NYA perempuan disana. Bahkan koki dan petugas laundry saja smuanya pria hahaa..

Tapi menjadi satu2nya perempuan tidak semengerikan kedengarannya. Alhamdulillah, justru jadi banyak yg menjaga saya. Berhubung saya perempuan, jadi barang bawaan saya saat on duty selalu paling banyak, tapi saya ngga perlu repot karena teman-teman kerja saya pasti langsung membantu hehe..

Keuntungan lain, di mana teman-teman saya ditempatkan 2 orang setiap satu kamar tidur, saya dapat kamar tidur sendiri cuma untuk saya (ya kan ngga mungkin saya dikasih kamar berdua dengan pria =p) hehe..

Selain itu, saya bersyukur sekali dikaruniai Allah yg Maha Baik lingkungan kerja yang dominan orang-orangnya selalu mengingat -Nya. Jika waktu shalat tiba, mereka langsung saling mengajak utk pergi ke mushola shalat berjamaah.. =)

4.       Bagaimana dengan Hijab yang dikenakan Riri, sejauh mana peran Hijab dalam dunia kerja yang sekarang Riri jalani?

      Subhanallah walhamdulillah..dengan Hijab yg saya pakai membuat saya merasa aman dan terlindungi. Indonesia sudah bukan di zaman jahiliyah lagi di mana perempuan berhijab susah mendapatkan kerja. Sekretaris & dokumen control yg tadi saya sebutkan juga mereka berhijab.

Saya yakin, kalau pun ada yg berniat iseng kepada saya, harus berpikir 2 kali. Dan Alhamdulillah, tidak ada yg sampai berani kurang ajar pada saya selama ini. Sebaliknya, mereka justru sangat menghormati saya sbg muslimah berhijab.

Senang sekali bisa membuktikan bahwa perempuan berhijab pun bisa bekerja di lapangan seperti kaum pria.. =)

5.       Pesan untuk para muslimah yang berminat memilih bergelut di bidang ini?

Pesan saya satu saja, make your dream comes true. Kalau memang berminat, jangan ragu utk betul-betul terjun. Jika memang suka dengan yang kita kerjakan, apapun tantangannya pasti bisa dibawa enjoy..itu kuncinya. Do what you love and love what you do.

Ayoo..buat muslimah yang memang berminat, jangan tanggung utk bermimpi.. Dan siapa tahu, suatu saat kaum kita justru yg mendominasi pekerjaan seperti ini…well, who knows..??  ^_*

Good Luck… =)))

Dewi Nurcahyani-Photographer

1.       Tolong ceritakan dong, awal mulanya Dewi terjun ke dunia fotografi sampai sekarang…
Mulanya dari SD sudah hobi fotografi. SMA mulai jadi fotografer untuk majalah Pondok. Lulus SMA baru belajar fotografi beneran. Ambil Diploma jurusan Desain Grafis, dengan konsentrasi utama fotografi. Lulus kuliah ngelamar kerja di Harian Rakyat Merdeka. Mulailah jadi fotojurnalis. Berlanjut ke Harian Lampu Merah,  sempat beberapa bulan bekerja di Darwis Triadi Photography, lalu ke majalah Muslimah dan sampai sekarang di Majalah Paras. Bekerja di Majalah yang bertema life style, membuat saya lebih sering berhadapan dengan model dan studio. Bukan demo dan jalanan lagi : ). Tapi memang itulah fotojurnalis, harus bisa memotret apapun dalam keadaan bagaimanapun.
2.       Profesi sebagai fotografer menuntut kita banyak bergaul dengan lawan jenis, bagaimana menurut Dewi?
    Memang. Apalagi sebagai fotojurnalis. Di lapangan 99% fotografer adalah laki-laki. Tapi jika pergaulan itu sebatas kerja profesional kita, it’s oke lah.. Yang jelas, mental harus lebih tebal, karena kita tidak bisa dianggap perempuan (apalagi manja) kalo sudah di lapangan. Semua sama. Yang penting tetap jaga diri dan tunjukkan kalo karya kita gak kalah dengan laki-laki!
3.       Pernah punya cerita yang berkesan selama bergelut dalam dunia fotografi?
Cerita yang paling berkesan adalah ketika menjadi fotografer di Harian Kriminal Lampu Merah. Tidak hanya bergaul dengan laki-laki, tapi dengan para preman dan penegak hukum tentunya. Yang difoto pun bukan hal biasa. Mulai dari mayat berbagai bentuk, sampai demo yang penuh bom molotov, dan kejadian-kejadian kriminal lainnya. Hampir setiap hari pulang bau mayat, atau muka penuh odol jika abis motret demo. Tapi semua itu tetap dengan senang menjalaninya. Karena pada dasarnya, saya suka tantangan: ).
Berbeda cerita setelah sekarang saya bekerja di Majalah Paras. Yang difoto cantik-cantik dan wangi-wangi. Memotret model dan artis sudah menjadi pekerjaan sehari-hari. Kadang artis/model datang ke studio, tapi tidak jarang juga kita harus datang ke rumah mereka untuk pemotretan.  Tentu saja dengan membawa peralatan studio yang bejibun itu. Kejadian yang sering membuat saya speechless adalah ketika usai setting lampu dan tinggal menunggu make up artis menyelesaikan tugasnya, selalu saja ada pertanyaan, “ fotografernya belum datang ya mbak? “. Kalau sudah begitu biasanya saya diam, dan teman yang menjawab. Hehehe…  (mungkin tampang saya lebih cocok jadi model.. xixixi..)
Ada juga yang terus terang bilang kalau suka melihat fotografer perempuan. Keren katanya.. *pipi langsung merah, jilbab jadi gak muat : ))
Cerita berkesan lainnya adalah kalau ada kesempatan liputan ke luar kota atau ke luar negeri. Pengalaman baru membuat saya lebih bersemangat untuk memotret. Apalagi kalau liputan wisata. Bisa bekerja sambil refreshing : )
4.       Style favorit pada saat melakukan photo shoot?
Style yang  jelas nyaman, aman dan asyik. Jadi, dalam berpakaian pastinya yang simple, matching dan agak sedikit maskulin : )
5.       Pesan untuk para muslimah yang mau berprofesi sebagai fotografer?      
Jangan ragu-ragu kalo sudah memutuskan jadi fotografer. Percaya diri harus diutamakan. Terus belajar kapanpun, bagaimanapun dan pada siapapun. Jauhi sombong, dan.. tetap jaga identitas sebagai muslimah!

Nadila Fitria – TRANS7 REPORTER

Name:  Nadila Fitria

Place and Birth Date : Jakarta,5th February 1990

Bungee Jumping at Bali

Driving Kayak at Krueng Aceh River

Ceritakan moment pada saat kamu memutuskan untuk berhijab?

Ceritanya agak-agak lucu nih.. Jadi awalnya aku pakai hijab kelas 1 SMP semester 2.. Aku sekolah di SMP Islam yang tidak mewajibkan pakai hijab, tapi pada suatu hari aku muncul dengan rok pendek, kemeja tangan pendek dan selembar burgo menutup kepala. Teman-teman pada kaget karena aku dikenal tomboy dan cuek. Dan akhirnya aku cerita kenapa aku mulai berhijab.. Ketika itu aku pulang larut malam karena ada teman (yang juga tetangga) mengajak jalan karena dia ultah, pulang sekitar pukul 22.00 diantar kedua orang tuanya. Tapi ternyata bundaku marah besar karena beliau pikir anak perempuan masih SMP sudah berani keluar sampai malam. Hukumannya beliau menyuruh aku berhijab agar bisa menjaga diri. Walhasil sampai sekarang Alhamdulillah menjadi berkah karena menurut pada orang tua, dan tidak merasa terpaksa.

Trail at Bromo

Australia Horse Riding at Lombok Beach

Apakah hijab membantu kamu dalam bekerja?

Wah Alhamdulillah aku merasa hijab sangat membantu dalam pekerjaanku, karena selain menjadi identitas dan ciri khas, juga melindungi aku di lapangan, tidak menjadi bahan godaan di jalan, mereka (laki-laki) menghormati tampilan dan juga pekerjaanku.

Apakah pekerjaan ini merupakan impian kamu?

Walaupun aku lulus sebagai Sarjana Hukum, tapi pekerjaan aku sekarang memang impian aku sebenarnya, sebagai syiar bahwa perempuan berhijab pun bisa tampil di layar kaca, tidak hanya sekedar memainkan peran di sinetron, tapi juga bisa lebih dekat dengan masyarakat. Namun aku juga memiliki impian lain, yaitu menjadi seorang Notaris. Sekarang juga lagi lanjut S2 nih, doakan yaaaa ….

Trail at Binuang Kaltim

Trail at Binuang Kaltim

Bridge Jump at Jembatan Barito

Bridge Jump at Jembatan Barito

Liputan yang paling berkesan ?

Hmmm kalo berkesan aku jadi bingung nih, karena semuanya sangat berkesan 😀 Aku bisa menjelajah nusantara, bertemu berbagai orang, berbagai bahasa, dengan tingkat kehidupan yang rendah sampai yang tinggi. Dan aku merasa hijab membuat perbedaan menjadi nol. Tapi yang paling teringat adalah ketika liputan napak tilas tsunami di Aceh. Merinding booo…

Liputan yang paling menantang?

Pada awalnya kukira yang menantang adalah bermain dengan hewan. Monyet, ular, bahkan karapan sapi. Tapi ternyata aku juga harus melakukan liputan bagaimana rasanya bungee jumping dan slingshot di Bali, Barito bridge jump di Banjarmasin,  mengendarai motor trail di Bromo dan Binuang Kaltim, menuruni lintasan sepeda professional setinggi 8 meter di Surabaya, surfing di Pantai Lampu’uk Aceh, dan pastinya snorkeling dan diving.. Semuanya menantaaaaang and I’m comfy with my hijab!!

Surfing at Aceh Beach

Surfing on Aceh Beach

Suka duka dalam melaksanakan liputan?

Kadang ketika aku harus liputan di daerah pedalaman, tidak ada penginapan bagus tersedia, walhasil tidur  di rumah warga atau hotel dengan bantal yang ada kutunya. Walaupun dalam hati meradang, tapi dilewati dengan sabar karena mau ga mau harus pulang membawa liputan yang seru.. Sukanya, aku bisa jalan-jalan keliling Indonesia tanpa biaya dan mencoba segala khas daerah. Tapi jadi suka kangen keluarga karena setiap trip lamanya 10-15 hari.

Pesan untuk para Muslimah yang ingin memiliki profesi seperti Nadila?

Harus berani dan percaya diri! Dan yakin Allah ada melindungi kita.. Tunjukkan bahwa perempuan dengan hijab juga bisa melakukan aktivitas apa pun (yang halal ya tentunya hehe)..

Meluncur dari ketinggian 8m-Adrenain park Surabaya