Necklines

Assalamualaikum Polite People ! Fashion Knowledge kali ini membahas tentang ‘Necklines’ atau disebut juga ‘garis leher’.

Bentuk garis leher bisa bervariasi tergantung pemilihan kerah dan potongan yang dipilih. Meskipun garis leher pada baju muslim mungkin sering kali tidak terlihat, tapi model-model baju muslim kini banyak yang cukup eksperimen dalam bentuk garis leher, dan dengan model hijab yang tepat, keduanya masih bisa tampil dan terjaga.

Lagi-lagi tergantung bahan, yang menentukan apakah jenis bentuk garis leher akan cocok atau tidak, karena sifat jatuhnya kain sangat beragam. Untuk potongan yang sangat lebar jatuhnya bisa jadi asimetris, dan biasanya berbahan kaos atau bahan jatuh, tapi bisa juga dengan bahan kaku, dan akan menghasilkan efek yang berbeda pula.

Garis leher yang menyiku, sering ditemukan di model baju-baju berbau vintage, biasanya bagian di bawah pinggang menyerupai rok yang melebar.

(pic from darlingdexter )

Garis leher V yang melebar hingga ke perut biasanya dirancang untuk memperlihatkan warna atau corak lain yang digunakan pada bagian dalam.

(Hana Tajima’s Wedding dress)

Masih banyak lagi variasi garis leher yang bisa kita perhatikan di lingkungan sekitar, bisa disebutkan lagi ? Silakan kalo ada masukan  😉

Sekian dulu berbagi ilmunya, dan semoga bermanfaat ..

Wassalam 😉

(other pic from google)

About ‘Jabot’

Assalamualaikum Polite People ! Bagaimana harimu ? Semoga semuanya lancar dan baik-baik saja 🙂

Untuk refreshing kali ini, kami akan sedikit membahas tentang ‘jabot’, apa itu ‘jabot’ ? Mungkin Anda sering melihatnya namun belum tahu istilahnya ? Penampilan ‘jabot’ kurang lebih seperti ini :

Jabot merupakan bagian yang berjumbai atau renda pada bagian depan atasan baju, yang dikencangnya di leher. Jabot merupakan dekorasi yang awalnya populer pada abad 17 dan 18. Bagian yang berjumbai akan menutupi kancing kemeja yang biasanya dipakai oleh pria. Variasinya sangatlah banyak karena tergantung material yang dipilih dan lebar serta pola lipatan yang dibuat.

Jabot pada awalnya didesain terpisah dengan kemeja, namun pada era modern, variasi jabot dengan mudahnya dijahit langsung sehingga menjadi satu bagian dengan baju atasan.

Selain itu juga jauh lebih sering digunakan pada baju untuk wanita sebagai pakaian formal, atau setelan kerja.

Sekian dulu kali ini, semoga bermanfaat 😉
Have a great week ! Wassalam .. 🙂

Cuffs

Assalamualaikum Polite People ! Menjelang weekend ini pasti sudah tidak sabar untuk melakukan kegiatan bersama keluarga dan orang-orang tersayang. Tapi sebelumnya kami akan me-refresh sedikit mengenai fashion knowledge.

Kali ini kami akan membahas sedikit dengan cuff. Apa itu cuff ? Jika sekarang Anda perhatikan bagian baju yang dekat dengan daerah tangan, yang mungkin sering Anda lipat jika takut terkena basah atau kotor, itulah cuff.

Bagian lengan pada baju biasanya berujung dengan lipatan yang sederhana atau berupa manset / cuff. Dengan desain yang berbeda, akan dihasilkan pula efek yang berbeda mulai dari potongan, lipatan, kerutan, sambungan, dan shirring.

Dibawah ini beberapa desain cuff :

Model seperti ini biasanya terdapat pada kemeja formal terutama pakaian pria. Cuff seperti ini bisa juga sebagai aksen yang terlihat ketika memakai jas.
Model polos seperti ini, sering dipakai untuk model sporty yang berbahan kaos. Karena penggunaan kaos biasanya untuk kegiatan kasual, model cuff dibuat sesimpel mungkin, agar tidak mengganggu aktifitas.
Model yang mirip seperti manset ini memberikan kesan jenjang pada tangan.
Untuk model baju tertentu yang sangat simpel, satu-satunya hiasan bisa terletak pada cuff, dengan begitu cuff bisa didekorasi dengan manik-manik.
Model renda atau ruffle pada cuff seperti ini, cocok untuk baju pesta dan biasanya menggunakan bahan yang lembut dan tipis untuk menimbulkan kesan jatuh yang sesuai dengan potongan rendanya.
Semoga dapat menginspirasi, have a great day everyone ^^
Wassalam

Color for Your Days

Assalamualaikum Polite People !

Bagi wanita yang memiliki aktivitas tinggi, sering kali kebingungan dalam menentukan kombinasi warna atau bahan untuk digunakan dalam kesehariannya. Seringkali saat berbelanja, godaan untuk membeli berbagai macam baju muncul, tetapi bingung bagaimana mengkombinasikan dengan kerudung yang ada di rumah.

Cara termudah untuk menentukan kombinasi warna, adalah dengan mengikuti palet warna yang ada pada baju. Misalnya untuk contoh dibawah ini, motif pada baju berwarna merah dan biru muda diatas biru tua. Dengan begitu kombinasi warna untuk kerudung akan sendirinya terlihat cocok jika sesuai mengikuti warna yang sudah terlihat.

Ada lagi cara lain yaitu mengkombinasikan warna pucat dengan warna yang warna yang kuat. Seperti contohnya di bawah ini, warna biru muda terang dikombinasikan dengan penggunaan warna ungu tua untuk menimbulkan kesan komposisi yang seimbang, tidak terlalu ringan, dan juga tidak terlalu berat.

Warna lain yang bisa dicoba yaitu krem muda dengan biru :

ataupun ungu muda dengan merah :

Jangan takut dalam memadu padankan warna, tapi tentunya setelah mengetahui warna apa yang paling cocok untuk diri kita. Karena tidak setiap orang terlihat cocok menggunakan warna-warna tertentu.

Cara lain yang tidak kalah mudahnya, yaitu memilih warna netral untuk menghilangkan kebingungan. Warna netral selalu menjadi paling mudah dalam menentukan pilihan. Karena hampir semua warna netral cocok dengan banyak warna. Contoh dibawah ini yaitu warna abu-abu.

Tapi jangan sampai warna baju yang kita miliki adalah warna netral semua, periksa lemari Anda sekarang juga, dan silahkan coba memadu padankan warna. Karena variasi warna itu penting ! 🙂

Have a nice day ! Wassalam .. 🙂

Collar (Kerah) part 2

Assalamualaikum Polite People, bagaimana harimu ? Berlanjut dari bahasan ‘fashion knowledge’ sebelumnya mengenai collar. Kali ini posting kami mengenai kerah, karena variasi desain kerah sangat banyak dan menarik, kali ini akan dibahas sedikit lebih mendalam mengenai kategori jenis kerah.

Tailor Collar adalah istilah untuk kerah yang lebar dan memiliki tahapan/jahitan (bisa dilihat di contoh gambar). Istilah yang digunakan untuk bagian-bagian kerah :

  • ‘Stand’ adalah bagian di belakang kerah yang dekat dengan leher. Bagian ini tertutupi oleh apa yang disebut ‘Turn over’ atau ‘Fall’.
  • Tinggi dari ‘stand’ akan bervariasi tergantung desainnya.
  • ‘Fall’ adalah bagian yang menutupi ‘stand’.
  • ‘Breakline’ adalah garis dimana ‘Lapel’ berputar dan ‘fall’ turun menutupi ‘stand’.
  • ‘Style line’ adalah bentuk luar dari ujung kerah.

Lalu ada ‘Stand’. Kerah ini melebar di atas garis leher dari kain. Tingginya akan bervariasi tergantung desain yang dibutuhkan. Kerah ini bisa terbuat dari pita lebar (band) single atau double yang akan turun menutupi kerahnya sendiri. Kerah seperti ini bisa digunakan untuk coats, setelan, dress, atau blouse.

‘Shawl Collar’ dipotong dalam satu potongan. ini mengurangi keharusan untuk adanya jahitan antara kerah dan ‘lapel’. Biasanya berupa garis tak terputus tapi dalam beberapa desain ada juga yang bisa terpotong-potong, bisa saja dibuat menjadi garis yang berlekuk atau variasi lainnya. Desain ini biasanya membungkus di bagian depan dan ditahan oleh sabuk atau kancing.

Tetapi, jenis kerah yang sedang trend saat ini adalah, kerah yang potongannya lebar dan tidak terikat, sehingga bisa bergerak bebas. “Drapped Collar” adalah sebutan untuk jenis kerah yang seperti tirai. Variasi potongannya kini lebih bebas dan para desainer lebih senang bereksperimen dengan efek jatuhnya kerah.

Efek ‘jatuh’ pada kerah versi ‘drapped collar’ bisa mempengaruhi penampilan bentuk tubuh, dikarenakan potongannya yang mendominasi model pakaian.

‘Fashion Knowledge’ selanjutnya akan menyajikan hal yang berbeda dan pastinya patut untuk ditunggu-tunggu. Semoga bahasan kali ini bisa menambah wawasan bagi Anda yang tertarik dengan dunia fashion. Kami akan sangat senang jika Anda memiliki masukan atau tambahan 🙂

Semoga harimu menyenangkan, Wassalam ! 🙂

Collar (Kerah)

Assalamualaikum Polite People, bagaimana kabarnya ? Cuaca akhir-akhir ini tidak menentu ya, sehingga lebih baik mempersiapkan jaket, syal, atau bahkan dari bajunya sendiri, kita memakai baju berkerah tinggi, supaya melindungi leher dari udara dingin. Fitur pada baju di bagian leher, sudah menjadi bagian dari tren,, karena selaini fungsional kerah juga bersifat dekorasi.

Desain kerah didasarkan atas 3 gaya pokok. Flat, Stand, dan Roll. Kerah bisa dipasangkan pada garis leher atau terpisah bahkan covertible (bisa diubah-ubah). Berat dan tekstur dari bahan kain yg digunakan akan memberikan efek yg berbeda, dan poin ini harus dipertimbangkan secara seksama saat membuat sketsa desain.

Beberapa desain diambil dari periode fashion masa lalu yang dipengaruhi oleh seragam militer atau baju khas suatu negara, contoh sebutannya seperti Peter Pan, Shawl, Mandarin, Sailor, Poets, atau Quaker, tergantung daerah asal kerah.

Di bawah ini adalah beberapa contoh bentuk kerah :

Image

‘Bertha’ terbentuk dari imitasi dari jubah pendek era 1920-an

Image

Kerah berdiri dengan ujung yang panjang, digunakan dengan dasi pita yang biasanya berbahan sutra. Terkenal di era akhir abad 19 oleh Perdana Menteri Ewart Gladstone.

Image

‘Quaker’ yaitu kerah lebar yang menurun dan ujungnya datar.

Image

‘Funnel’ merupakan kerah yang meluas keluar dari ujung garis leher.

Image

Merupakan kerah yang terbuat dari bahan halus, terpasang di kemeja seperti yang sering digunakan oleh pujangga seperti Keats, Shelley, dan Byron.

Image

Kerah yang berbentuk kotak di belakang dan didepannya menyempit. Berawal dari pelaut yang memakainya.

Image

Kerah yang besar terbuat dari bahan yang kaku seperti yang diguakan oleh siswa-siswa dari Eton College.

Image

Kerah dari bahan kain yang sangat lebar dan berlipat-lipat seperti yang digunakan oleh karakter pantomim Perancis, Pierrot.

Image

Kerah berdiri yang kecil yang dipotong pendek mendekati leher.

Desain baju di era modern seperti sekarang ini, memadukan lebih dari satu bahan untuk berkreasi kerah, bahkan tidak selalu simetris, dan ada yang memanjang kebawah seperti syal yang menempel / dijahit untuk baju luaran. Kreasi kerah kini lebih sebagai dekorasi.

Sekian beberapa contoh dari jenis kerah, semoga bermanfaat dan menginspirasi 😉

Wassalam !

Seams

Dear Polite People, kali ini kami akan membahas mengenai jahitan (seam). Mungkin kalau diperhatikan, jahitan pada celana jeans berbeda dengan kemeja katun, disini kami akan membahas alasannya.

Tipe-tipe jahitan / seam dalam suatu desain baju, di samping memiliki fungsi juga ada segi dekoratifnya. Selain itu, tipe-tipe jahitan ini memiliki karakter tersendiri dan kecocokan terhadap bahan – bahan kain tertentu.

Image

Merupakan tipe jahitan paling standar, ‘plain seam’ bisa dibuat oleh tangan ataupun mesin jahit dengan cara menekan kedua lembar kain secara bersamaan dengan menjahitnya.

Image

‘Pipe seam’ yaitu tipe jahitan yang menggunakan pipa / kabel yg terbuat dari kapas (biasanya tersedia di toko garmen dengan ketebalan tertentu) fungsinya untuk mempertegas jahitan dalam suatu desain. Karena menonjol, bisa juga dikreasikan sebagai dekorasi.

Image

‘Flat felled seam’ ini adalah tipe jahitan yang rapi dan kuat yang berada di dalam atau di luar pakaian. Biasanya digunakan dalam mendesain baju kasual atau baju olahraga.

Image

Sedanglan ‘welt seam’ merupakan pengembangan dari tipe jahitan sebelumnya, jahitan ini digunakan pada kain yang lebih berat untuk kekuatan ekstra. Seringnya pada pakaian santai anak, pakaian industri dan olahraga

Image

‘Tucked seam’ ini menarik sebagai fitur dekoratif, tetapi tidak cocok untuk jenis kain tebal.

Image

Detail jahitan seperti ‘slot seam’ biasanya digunakan untuk  belenggu, lengan, ikat pinggang, saku dan lapisan panel. Dapat dibuat dengan kain polos, atau dengan motif yang kontras.

Image

‘Overlaid seam’ yaitu sepotong kain diletakkan di atas yang lain dan dijahit dari sisi kanan. Keuntungan dari lapisan ini adalah bahwa kain selalu berada paling atas di sisi kanan dan dapat digunakan pada lapisan bentuk apapun, memungkinkan jika terjadi perubahan pada jahitan.

Image

‘Gathered seam’ Biasanya digunakan untuk dekoratif yang sifatnya ‘penuh’. Efeknya akan bervariasi tergantung pada kain dan jumlah kumpulan yang dibuat. Detail ini sering digunakan pada lengan, manset, belenggu dan ikat pinggang.

Bahan yang sesuai untuk tipe jahitan ini adalah jersey, sutra, voile atau beludru halus.

Image

‘Ruched seam’ Jahitan ini memberikan efek yang sangat dekoratif digunakan pada, lengan korset rok, atau bahu. Jahitan ini disusun untuk mencapai efek ‘ruching’ atau berkerut.

Bagaimana informasinya ? Semoga menambah ilmu baru bagi yang belum mengetahuinya, dan untuk Anda yang sudah mempelajari tentang jahitan, anggap saja sebagai refreshing 🙂

Wassalam ..

(foto disadur dari berbagai sumber)

Tee Material – Cotton Combed | Spandex Cotton

Assalamu’alaikum dear Polite people, long weekend membuat jalanan sedikit macet dan padat, walau begitu, pilihan untuk stay at home bersama keluarga tetap menyenangkan jika dibarengi kegiatan berkumpul walau hanya menonton tv dengan cemilan :). Bagi beberapa orang, liburan adalah waktu yang pas untuk belanja bersama keluarga, apalagi dengan cuaca yang akhir-akhir ini cenderung panas, seringkali pilihan baju jatuh pada yang berbahan kaos.

Kaos merupakan pakaian yang sudah tidak asing lagi, akan tetapi seringkali dibalik anda menemukan perbedaan kualitas kaos. Perbedaan ini terletak di balik angka cotton combed 20s, 24s, 30s, dan 40s, yang tertera di balik label setiap kaos.

Huruf ‘s’ di belakang angka menunjukkan jenis rajutan yang diterapkan pada bahan kaos. ‘s’ adalah singkatan dari single knit atau rajutan jarum tunggal. Jenis rajutan ini rapat, padat, kurang lentur. Sebagian besar bahan kaos katun yang beredar di pasaran menggunakan tipe rajutan jarum tunggal ini. Selain single knit, juga ada double knit atau rajutan jarum ganda, bahan dapat digunakan bolak-balik, kedua sisinya sama saja. Bahan kaos double knit ditandai dengan huruf ‘d’ di belakang angka. Jenis rajutannya tidak rapat, kenyal, dan lentur, sehingga cocok digunakan untuk pakaian bayi dan anak-anak. Kaos yang biasanya digunakan untuk bahan sablon kaos distro, umumnya menggunakan bahan kain katun combed 20s dan 30s.

Setiap kali anda memilih kaos polos, Anda pasti bertemu dengan istilah Cotton Combed 20s, 24s, 30s, atau 40s. Umumnya, semakin kecil angka semakin tebal bahan kaos yang dimaksud. Akan tetapi, tidak ada standar yang pasti di antara para produsen bahan katun, sehingga istilah 20s dari produsen kaos 1 bisa berbeda ketebalannya dengan bahan 20s dari produsen lainnya.

Angka 20, 24, 30, dan 40 mengacu pada tipe benang yang digunakan pada proses perajutan menjadi bahan kao. Benang 20 biasanya digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 180 – 220 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal (single knit). Benang 24 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 170 – 210 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal (single knit).

Benang 30 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 140 – 160 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 210 – 230 gr/m2. Benang 40 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 110 – 120 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal (single knit). Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 180 – 200 gr/m2.

Mungkin kalo diperhatikan, Polite sering sekali menggunakan bahan cotton spandex. Ya, spandex adalah serat sintetis yang tidak bisa berdiri sendiri menjadi bahan/ kain, melainkan harus digabungkan dengan serat lain, bisa dengan serat sintetis lain seperti poliester maupun dengan serat alam seperti katun, seperti yang sering digunakan oleh kami :). Katun spandex memiliki banyak keunggulan, selain nyaman dan lembut, bahan ini termasuk yang tidak mudah rusak / melar. Selain itu, meskipun jika diperhatikan bahan ini cenderung tebal, sebenarnya katun spandex adalah bahan yang sangat ringan, dan yang paling penting untuk jenis bahan kaos, katun spandex cenderung tidak mudah berbulu. (disadur dari berbagai sumber)

Semoga info ini bermanfaat dalam memilih bahan kaos, have a great day 🙂 Wassalam ..

Fashion Knowledge : About Pocket

Assalamu’alaikum dear Polite People, ada rencana apa untuk akhir pekan ini ? Sempatkanlah untuk berkumpul bersama orang tersayang, sambil tetap mencari ilmu :). Kali ini Polite akan membahas sedikit tentang pocket atau saku sebagai bagian dari baju. Apa itu pocket / saku ?

Pocket / saku biasanya dibuat secara terpisah yang kemudian dijahit di bagian luar garmen, atau bisa juga dibuat dari bagian dalam garmen sehingga terlihat seperti celah yang tersembunyi. Saku ini bisa jadi hanya dekorasi sebagai bagian dari desain baju dengan tambahan detail seperti sambungan, jahitan, dan lain sebagainya. Pada prinsipnya, saku tercipta karena adanya celah di bagian garmen.

Jenis-jenis desain saku yang populer ada 6 macam :

1. Bound/jet : Ada “pembungkus” celah seperti kancing, atau resleting.

2. Flap : Terlihat seperti amplop/kelopak, celah ditutup oleh bagian garmen lain.

3. Welt : Pada bibir saku terdapat lapisan garmen lagi.

4. Patch : Pola saku yang dibuat terpisah, dijahit ke bagian garmen

5. In seam : Saku yang hampir tidak nampak, karena benar-benar celahnya dibuat sejalur dengan jahitan

6. Front hip : Saku yang biasanya ada di celana jeans, bentuknya seperti sayatan dan terletak di daerah pinggul.

Dibawah ini merupakan contoh produk Polite yang memiliki desain saku  ‘front hip’ , ‘welt’ dan ‘patch’:

Front hip Pocket

Welt Pocket

Patch Pocket

Selain dekorasi, tentunya saku memiliki fungsi untuk menyimpan hal yang biasanya penting atau lekat dengan kepentingan kita sehari-hari. Bisa jadi tempat menaruh pena, ponsel, kartu nama dan uang receh sekalipun, bahkan di saat-saat tertentu, saku bisa jadi pelarian tangan/jari-jari kita dari perasaan gugup atau tidak nyaman, hehehe … ;D

Saku adalah hal kecil yang memiliki manfaat.

Semoga akhir pekan Anda pun bermanfaat, wassalam .. 🙂

Applique Embroidery

Bordir Aplikasi adalah teknik bordir populer yang pada dasarnya merupakan kegiatan menjahit potongan-potongan kain yang berbeda ke kain dasar untuk membentuk pola yang indah. Ini adalah metode kreatif dari dekorasi kain dan bisa juga menggunakan mutiara, manik-manik,payet atau bahan lain untuk membentuk pola dan desain yang eye catching.

Pada dasarnya ada dua jenis bordir aplikasi: Bordir aplikasi manual (menggunakan tangan) dan Bordir aplikasi Mesin yang terdiri dari mesin manual dan komputer. Sedangkan dari teknik aplikasinya, terdiri dari 2 jenis, aplikasi-atas dan aplikasi-bawah.

Bordir Aplikasi-Bawah, Katun kuning di bawah Katun marun

Bordir Aplikasi-Atas, aplikasi bahan satin dan payet pada Blouse