Intan Kumalasari – “I’m Moslem Ambassador”

1157654_10200631429615988_1135702312_n

Sudah berapa lama tinggal di Belanda ..? Apa yg membuat Intan betah tinggal d sana?

Kurang lebih sudah 5 tahun.Pada prinsipnya saya tidak pernah memikirkan tinggal di negara A atau B bagaimana… Dan kalaupun mencoba membanding bandingkan antara tinggal di negara A dengan negara B, selalu berkesimpulan di mana saja sama. Beda hal nya kalau berlibur, selalu ada yang lebih enak atau tidak. Mungkin cara berpikir seperti ini yang membuat saya betah di sini… dan Insya Allah betah kalau tinggal dimana saja…

Bagaimana cara Intan mengisi ruhiyah di sana? Saya rasa sama aja sama orang yang tinggal di mana aja… seperti lagunya Opik “tombo ati”🙂. Mungkin yang paling kelihatan adalah: berkumpullah dengan orang-orang sholeh.

Bagaimana komunitas Muslim di sana? Apa saja kegiatan nya? Alhamdulillah di sini bagus komunitas muslimnya. Kegiatannnya juga bervariasi mulai dari pengajian rutin sampai mengadakan acara BBQ bareng

Bagaimana komunitas Muslim di Eindhoven menjalankan Ramadhan dan merayakan Idul Fitri di sana? Kurang lebih juga sama saja dengan di Indonesia…Bedanya kalau musim panas seperti sekarang ini, puasanya lebih lama…Disamping itu sholat tarawih di mesjid merupakan kejadian langka buat saya🙂

Tentang perayaan Idul fitri, biasanya kita rayakan di salah satu rumah kita….sholatnya juga seringnya di rumah. Pernah sih, tahun lalu kita bisa sholat Ied di lapangan , itu karena jatuhnya pada hari libur…jadi kita bisa minta izin menggunakan lapangan di salah satu kampus di kota ini, atau bisa juga sholat di mesjid, hanya tempatnya, ya terbatas.

Apa keunikan positif warga muslim Eindhoven yang dapat dijadikan contoh oleh kita umat muslim? Berbeda dengan di Indonesia, menjelang akhir Ramadhan,  Mesjid di Eindhoven malah semakin ramai dikunjungi orang. Seperti kita ketahui, di Indonesia, menjelang Idul Fitri, Mesjid semakin sepi, mall-mall semakin ramai..;-)

With her mother

With My mother

Pernah kah Hijab, menjadi kendala selama tinggal di sana? Alhamdulillah tidak pernah jadi kendala.

Apa ada keunikan umat Muslim di sana?Yang menurut saya cukup unik di sini adalah kita bisa melihat mazhab-mazhab yg berbeda itu dipraktikkan. Contohnya, ketika kita sholat Ied di mesjid orang-orang Turki, di mana mereka menganut mazhab Hanafi. Sementara kita di Indonesia, mayoritas menganut mazhab Syafi’i. Mereka melakukan takbir yg 7 dan 5 kali setelah membaca Al Fatihah dan surat pada rakaat pertama dan kedua.

Apa palajaran, atau hikmah yg Intan dapatkan, selama tinggal di sana? Saya semakin terpacu untuk mempelajari lebih mendalam tentang Islam…Karena saya adalah Ambassador of islam:-)…Orang-orang non muslim melihat saya dari bagaimana cara saya hidup, cara saya berinteraksi dgn orang lain, cara saya menjaga lingkungan, dan hal-hal sepele lainnya, yg kesemuanya merupakan hal-hal dasar yg diajarkan di Islam. Mereka malah tidak peduli apakah saya sholat, zakat ato puasa, atau berangkat haji setiap tahun

For more info:

Name: Intan Kumalasari375295_519617628073054_674582240_n

Place and Birth Date: i1 Agustus 1982

Education : MSc. Civil Engineering

FB: Intan Kumalasari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s