Being Moslem in Japan- Arie Nursanti

Assalammu’alaikum POLITE people.. Menjadi seorang muslim yang tinggal di Indonesia, tentunya harus kita syukuri. Karena di Indonesia yang mayoritas warga negaranya muslim,  kita bisa mendapat berbagai kemudahan untuk beribadah, termasuk mengenakan jilbab.

Lalu, bagaimana apabila kita harus tinggal di negara yang mayoritas non muslim? Simak hasil wawancara POLITE dengan Arie Nursanti, seorang muslimah yang sudah cukup lama tinggal bersama keluarga nya di Jepang.

1000295_10151754487944834_1849110389_n

Sudah berapa lama Arie tinggal di jepang?Saya sudah tinggal di Jepang sekitar 7 tahun.

Apa yg membuat Arie betah tinggal di sana? Saya betah karena tinggal bersama keluarga dan banyak juga teman-teman orang Indonesia yang menjalani hidup di Jepang. Selain itu, negara Jepang adalah negara yang tertib, rapih, dan teratur. Pemerintah Jepang juga adil dan perhatian terhadap warga negara asing, sehingga kami bisa nyaman tinggal di sini.

1016986_10151754487909834_1771125058_n

Bagaimana cara Arie men-charge ruhiyah di sana? Alhamdulillaah saya tinggal di daerah yang dekat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo (KBRI Tokyo) dan Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Komunitas muslim di Jepang juga cukup banyak dan saya ikut menjadi pengurus salah satu komunitas muslim di Jepang. Jadi, cukup banyak kegiatan-kegiatan keagaamaan dan event tentang Indonesia yang bisa diikuti. Khususnya di bulan Ramadhan, beberapa ustadz ternama dari Indonesia diundang untuk mengisi kegiatan ceramah, tarawih, dan lain-lain. Selain itu, melalui fasilitas internet juga kita bisa mengikuti banyak materi-materi keagamaan baik berupa artikel, audio ataupun video yang bisa mencharge ruhiyah kita.

602728_10151754365304834_1006445605_n

Bagaimana komunitas Muslim di sana? Apa saja kegiatan nya? Komunitas Muslim di Tokyo aktif mengadakan beragam kegiatan yang seru. Seperti pengajian bulanan, bazar, seminar, talk show, dan lain-lain. Hati pun jadi senang, karena sering berinteraksi dan bertemu dengan saudara-saudari semuslim.

Bagaimana komunitas Muslim Jepang menjalankan Ramadhan dan merayakan Idul Fitri di sana? Komunitas muslim di Jepang biasanya giat mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan seperti di Indonesia. Bahkan di beberapa Mesjid, setiap hari disediakan iftar atau menu berbuka yang cukup mewah. Khususnya bagi orang-orang yang kangen makanan atau masakan Indonesia, setiap hari menjelang ceramah tarawih, disediakan kue-kue atau cemilan-cemilan rasa Indonesia dan setiap hari minggu diadakan acara buka bersama di SRIT (yang sport hallnya beralih fungsi setiap bulan Ramadhan sebagai tempat kegiatan-kegiatan keagamaan) dengan menu khas Indonesia. Buka bersama diperuntukkan bagi umum. Jadi, baik orang Indonesia ataupun non-Indonesia, boleh ikut sama-sama berbuka di sini. Biasanya, panitia menyediakan sekitar 300 – 400 porsi makanan. Jika makanan berlebih, panitia mempersilahkan dan menyediakan plastik untuk membawa pulang makanan-makanan tersebut. Indahnya kebersamaan dan berbagi di bulan Ramadhan deh pokoknya…

533893_10151754365274834_2112636289_n

Tidak kalah serunya, agar umat yang datang tidak hanya sekedar makan saja, dari sore hari (sekitar 2 – 3 jam sebelum waktu berbuka) diadakan kegiatan terlebih dahulu. Seperti ceramah, tanya jawab dengan ustadz/ustadzah, lomba hafalan Qur`an, dan lain-lain. Momen ini juga sering dijadikan ajang janjian dengan teman yang susah bertemu karena tempat tinggalnya jauh.

Beberapa hari menjelang akhir Ramadhan juga, diadakan i`tikaf. Disediakan juga menu sahur bagi yang melakukan i`tikaf di SRIT.

Idul fitri tentunya tidak kalah meriahnya, karena merupakan hari kemenangan seluruh muslim di dunia. Shalat Ied diadakan di SRIT. Saking banyaknya orang yang shalat, biasanya shalat Ied dibagi menjadi dua kloter. Selesai shalat, ada juga acara Ied ceria bagi anak-anak. Acaranya diisi dengan hiburan dan games Islami, serta bagi-bagi hadiah.

Setelah selesai acara di SRIT, masyarakat muslim berbondong-bondong menuju KBRI Tokyo yang tengah mengadakan acara open house untuk menjamu tamu-tamu yang ingin merayakan Idul Fitri bersama dengan menu seperti di kampung halaman. Misalnya, ketupat, lontong sayur, sambal goreng hati, dan banyak lagi makanan lainnya. Pengunjung yang datang bisa mencapai ribuan orang. Pada acara ini, biasanya Bapak dan Ibu Duta Besar turun langsung untuk bertegur sapa dan berfoto dengan pengunjung.

954669_10151754487844834_854791060_n

Apa keunikan positif warga Jepang yang dapat dijadikan contoh oleh kita umat muslim? Banyak hal-hal positif dari Jepang yang dapat dijadikan contoh oleh kita. Bahkan salah satu ustadz bilang, Jepang ini tidak membaca Al-qur’an, tetapi mengamalkannya (tentunya dalam hal-hal tertentu saja). Misalnya, menjaga kebersihan lingkungan, menghargai dan menghormati hak-hak orang lain, jujur dalam perbuatan, patuh pada aturan, bertanggung jawab, memiliki etos kerja yang tinggi, budaya tepat waktu, dan masih banyak lagi.

Contoh, kasus barang ketinggalan, terjatuh, atau hilang. Lapor polisi atau petugas di tempat barang tersebut tertinggal, InsyaAllah barang kembali. Pengalaman langsung Ibu saya yang kehilangan dompet. Ibu saya baru menyadari kalau dompetnya mungkin tertinggal atau jatuh di sebuah toko X. Kemudian kami mengontak toko tersebut. Ternyata pihak toko membenarkan adanya dompet tertinggal. Pihak toko sudah menyerahkan dompet tersebut ke pos polisi yang dekat dengan stasiun, untuk memudahkan pengambilan dompet. Alhamdulillaah dompet beserta isinya kembali dengan utuh.

Pernah kah hijab, menjadi kendala selama tinggal di sana? Sejauh ini, saya tidak merasa hijab menjadi kendala. Bahkan saya merasa, kalau dengan hijab ini, bisa menjadi ajang dakwah atau promosi Islam kepada Jepang. Banyak orang Jepang yang sudah mengerti dan menghargai keyakinan yang dianut oleh setiap orang. Bahkan ketika jalan-jalan di mall, jika waktu shalat tiba, saya meminta tempat shalat kepada petugas. Seringnya, mereka memberikan tempat untuk shalat.

943686_10151754487879834_484387525_n

Ada kejadian unik? Anak saya kan masuk nursery school. Saat itu, anak saya satu-satunya orang asing dan orang muslim yang ada di situ. Saat wawancara dengan orang tua, pihak nursery school bertanya dengan detail, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan untuk anak saya selaku orang Muslim Indonesia. Mulai dari adab makan, adab pakai baju, dan lain-lain. Ketika saya bilang, bahwa sebelum makan, anak saya mengucapkan “Bismillaah” dan setelah makan mengucapkan “Alhamdulillaah, memakai baju dan sepatu mulai dari kanan dan melepaskannya dari kiri, dan lain-lain. Alhamdulillaah pihak sekolah bersedia menjalankan hal tersebut. Meskipun mereka tidak beragama Islam, tetapi mereka mengajari anak saya mengucapkan “Bismillaah” dan “Alhamdulillaah. Saya terharu melihat hal tersebut. Bahkan mereka jadi sering bertanya juga tentang makanan halal, hijab, dan hal-hal lain mengenai Islam. Jadi terbersit di hati, mudah-mudahan suatu saat hidayah Allah sampai pada mereka.

Apa pelajaran, atau hikmah yg Arie dptkan, selama tinggal di sana? Hikmah dan pelajaran yang didapat selama tinggal di Jepang sangatlah banyak. Seperti yang sudah saya ceritakan di atas.

Wow..sungguh cerita yang menarik, Subhanallah.. Moga materi ini bermanfaat untuk kita semua. Wassalammu’alaikum wr.wb..

For more info:

Nama : Arie Nursanti

TTL : Bandung, 9 April 1983

FB: Arie Nursanti

Wassalammu`alaikum Wr.Wb.,

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s