Syifa Fauzia – Presenter

Assalammu’alaikum Wr. Wb

Hallo POLITE people.. Apa kabarnya ? Semoga semakin lebih baik dalam segala halnya yaa, Aamiin.. Kali ini POLITE penasaran dengan kisah hijab muslimah yang satu ini, yang mana dia adalah seorang presenter berhijab.  Dia juga cukup lama tinggal di luar negeri untuk sekolah. Dia adalah Syifa Fauzia. Hmm, Bagaimana yaa kisahnya memakai hijab disana ? Yuk kita cari tahu kisah seru muslimah kelahiran 14 Mei 1984 ini..

5c9d75d6f4a511e18d1322000a1cba90_7

Ceritain dong, awal mula bisa terjun ke dunia presenter..

Dari dulu memang sudah tertarik di media, dan sempat beberapa kali magang di Indosiar dan Transtv, lalu setelah lulus, daftar menjadi reporter di Trans7, Alhamdulillah dapat banyak sekali manfaat saat menjadi reporter lapangan. Setelah setahun, dan di audisi, akhirnya, menjadi presenter Redaksi pagi trans7. Dan setelah 3 tahun saya resign, sekarang saya menjadi presenter freelance Indahnya Pagi di TVRI.

Apakah menjadi presenter adalah cita-cita sedari kecil?

Dari kecil saya suka tampil di depan umum, suka banget ngomong, tapi kalau untuk menjadi presenter tidak pernah menjadi cita cita, hanya keinginan saja. Walaupun memang saya seneng banget karena presenter berita berjilbab masih sangat jarang sekali tampil di tv

Apa keseruan dari profesi presenter?

Banyak banget serunya, karena menjadi presenter melatih kita untuk berbicara dengan tanggap di depan publik, memperkaya wawasan, menambah kenalan baru, dan belajar dari orang orang berpengalaman dan memberikan manfaat ke orang lain.

Apa suka-duka menjadi presenter?

Wah tidak terhitung suka dukanya. Waktu menjadi reporter lapangan, saya berkesempatan untuk melakukan live report saat mudik lebaran. Serunya karena saya terlahir betawi asli, jadi seumur hidup tidak pernah mudik. Jadi saya excited sekali saat harus meliput kegembiraan dan antusiasme para pemudik. Lalu juga saat meliput terorisme di Nusakambangan, atau saat menjadi reporter istana negara yang selalu mengikuti kemanapun Presiden pergi. Saat menjadi presenter dukanya adalah harus bangun pagi dan tidak boleh telat. Saya masih ingat saat jadi presenter Redaksi pagi, waktu itu saya sedang hamil, jadi sepanjang satu setengah jam siaran berita pagi, saya harus menahan mual dengan tetap tersenyum saat membaca berita. Hihihi..

image

Mulai memakai hijab dari kapan?

Dari sejak kelas 1 SMA.

Ceritakan dong, awal mula sampai memutuskan memakai hijab?

Saya terlahir dari keluarga yang sangat religius, kakek ulama besar, ibu saya pun ustadzah, sebelumnya memakai jilbab sudah sering disuruh, tapi sampai saya SMP masih ragu-ragu. Akhirnya saya bertekad pakai jilbab saat masuk SMA, dan saya ingin memberi kejutan pada orang tua dan keluarga, sehingga saat hari pertama saya masuk ke SMA Negeri 3 Setiabudi, orang tua kaget bukan kepalang, saat saya keluar kamar memakai baju seragam muslim. Saat mereka berucap bangga, sayapun bersyukur bisa buat mereka bahagia.

Cerita seru apa yang tidak pernah terlupakan saat awal menggunakan hijab ?

Waktu itu saat baru lulus dari SMA 3, orang tua menyarankan untuk melanjutkan sekolah ke Perth Australia. Hanya sebulan sebelum pergi ke Perth, tragedi 11 September terjadi di Amerika. Ibu saya takut kalau keamanan jiwa saya akan terganggu. Namun saya bertekad bahwa Insya Allah, Allah akan jaga saya, sehingga saya tetap pakai jilbab. Saat hari pertama orientasi, kebetulan kedua orang tua turut mengantar saya ke Perth, mereka kaget ketika pulang saya tetap pakai jilbab. Selama di Perth, Alhamdulillah saya tidak mendapatkan diskriminasi apapun. Salah satu hal yang unik  adalah setiap musim panas, suhu udara di Australia bisa mencapai 45 derajat C, banyak teman teman bule yang kegerahan dan terheran melihat  saya berjilbab dan memakai lengan panjang. Mereka sering bertanya, apa tujuan menutup aurat, mengapa harus berjilbab, dan apa yang membuat saya tidak kepanasan meskipun udara sangat panas. Saya pun menerangkan ke mereka semampu saya. Alhamdulillah, selama 4,5 th, Bachelor Degree of Film and TV saya di Curtin University Perth Australia selesai juga, tanpa kendala berarti.

6626a2fafa7511e1a82b22000a1cd171_7

Tinggal cukup lama di negeri orang bagaimana rasanya kak dengan kondisi sudah memakai hijab ?

Iya, Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri. Selesai S1, ada tawaran untuk mendaftar beasiswa ke Inggris, saya pun berfikir apa salahnya untuk mencoba. Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa S2 belajar di Inggris dari pemerintah Inggris lewat Chevening Scholarship. Sekitar bulan agustus saya berangkat ke London karena telah diterima oleh Westminster University dengan jurusan Public Communication and PR. Disana saya sempat ragu akan keamanan memakai jilbab, karena London adalah kota besar, dan penduduknya pun beragam. Namun ketika sampai, ternyata populasi muslim di London sangatlah banyak, dan London pun didatangi oleh berbagai macam orang dari berbagai negara, untuk tinggal, belajar, atau sekedar ber wisata. Namun berbeda seperti waktu sekolah di Australia, di kampus saya tidak ada satupun orang Indonesia atau orang melayu sekalipun. Di dorm atau asrama tempat saya tinggal pun tidak ada mahasiswa S2 yang memakai jilbab. Tapi Alhamdulillah, saya tidak berkecil hati, dan untungnya berjilbab tidak membuat saya susah dalam berteman. Bahkan teman satu gedung saya di asrama sangat menghormati ketika saya puasa, berhari raya dan juga tidak mengkonsumsi makanan tak halal. Selama 1 tahun hidup di London, hingga wisuda disaksikan seluruh keluarga, Alhamdulillah tidak ada diskriminasi sebagai muslimah berjilbab yang saya rasakan. Berbeda sewaktu di Perth, muslimah berjilbab tidak terlalu banyak, sehingga setiap bertemu,meski tidak kenal,kami saling melempar senyuman. Namun di London, populasi muslim jumlahnya banyak, jadi mereka pun tak asing melihat muslimah lain memakai jilbab. Bahkan ketika saya mengunjungi pertokoan terkemuka yakni Harrods dan Selfridges, banyak sekali perempuan timur tengah berjilbab, membawa barang belanjaan yang mahal harganya dengan memakai baju dan tas yang gaya dan modis. Berjilbab di negara non muslim, memberi pengalaman berarti bagi hidup saya.

Adakah pengaruh memakai hijab di dunia profesi kakak sekarang?

Berjilbab dan tampil di televisi membaca berita itu masih langka. Tidak semua tv mau menerima, mungkin untuk reporter lapangan tidak masalah, tapi untuk di studio, beberapa tv masih belum berpikiran terbuka. Alhamdulillah dulu Trans7 menerima saya. Dan sekarang saya senang sekali menjadi presenter acara ‘Indahnya pagi’ setiap 4.30 pagi hari senin, karena selain acara tersebut adalah acara agama, saya pun dapat berbagai pengetahuan agama yang bermanfaat.

profile_16129572_75sq_1330731568

Bicara tentang hobi kakak yang sangat suka travelling, kenapa suka travelling kak ?

Saya suka sekali explore ke tempat tempat baru, kadang kadang suka ngga nyangka saya berani, tapi kalo ngga berani kemana mana pasti jadinya ngga dapet pengalaman apa apa.

Pesan apa yang ingin disampaikan untuk para POLITE people yang pada saat ini sudah banyak yang memakai hijab?

Alhamdulillah, saya senang sekali sekarang yang sadar bahwa menutup aurat adalah kewajiban dan segera berjilbab tidak hanya ibu-ibu atau yang sudah menikah, remaja, atau anak kecil pun sudah terbiasa memakai jilbab. Semoga Allah menjaga mereka tetap istiqomah, dan tentunya tidak lupa, memakai jilbab pun tetap ada aturannya, yaitu tidak berlebihan, over accessorise, dan tidak memakai baju ketat apalagi transparan.

Apa impian terbesar kakak saat ini ?

Impian terbesar saya adalah bisa mengembangkan pesantren yatim piatu Assyafiiyah yang dikelola oleh ibu saya menghasilkan anak anak yang berhasil di masa depan, dan berbuat lebih banyak bagi kepentingan masyarakat

Bagaimana pendapat kakak dengan fenomena banyak para muslimah berhijab yang pada saat ini banyak yang berkembang di bidang apapun?

Bagus banget, memakai jilbab adalah kewajiban, setiap perempuan dan wanita harus bisa berkembang dan menunjukkan potensinya, jangan sampai dengan memakai jilbab atau menjadi perempuan harus ragu dalam menampilkan potensi diri. Namun demikian harus tetap tahu kodratnya, dan mengetahui bahwa biarpun aktivitas dan kegiatan padat tapi tetap menomorsatukan keluarga.

Mudah-mudahan impian Kak Syifa dapat segera terwujud yaa, aamiin.. Dan untuk POLITE people, jangan ragu untuk berkarya dan untuk menjadi lebih bermanfaat bagi orang banyak, karena menjadi perempuan juga harus bisa berkembang dan menunjukan potensinya seperti Kata Kak Syifa, asal ingat, jangan lupakan kewajiban kita sebagai perempuan.🙂

Wassalam
For More Info :

IDTwitter: @syifaf

One comment

  1. Obat Anti Rokok · Maret 13, 2013

    menginspirasi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s