Dewi Nurcahyani-Photographer

1.       Tolong ceritakan dong, awal mulanya Dewi terjun ke dunia fotografi sampai sekarang…
Mulanya dari SD sudah hobi fotografi. SMA mulai jadi fotografer untuk majalah Pondok. Lulus SMA baru belajar fotografi beneran. Ambil Diploma jurusan Desain Grafis, dengan konsentrasi utama fotografi. Lulus kuliah ngelamar kerja di Harian Rakyat Merdeka. Mulailah jadi fotojurnalis. Berlanjut ke Harian Lampu Merah,  sempat beberapa bulan bekerja di Darwis Triadi Photography, lalu ke majalah Muslimah dan sampai sekarang di Majalah Paras. Bekerja di Majalah yang bertema life style, membuat saya lebih sering berhadapan dengan model dan studio. Bukan demo dan jalanan lagi : ). Tapi memang itulah fotojurnalis, harus bisa memotret apapun dalam keadaan bagaimanapun.
2.       Profesi sebagai fotografer menuntut kita banyak bergaul dengan lawan jenis, bagaimana menurut Dewi?
    Memang. Apalagi sebagai fotojurnalis. Di lapangan 99% fotografer adalah laki-laki. Tapi jika pergaulan itu sebatas kerja profesional kita, it’s oke lah.. Yang jelas, mental harus lebih tebal, karena kita tidak bisa dianggap perempuan (apalagi manja) kalo sudah di lapangan. Semua sama. Yang penting tetap jaga diri dan tunjukkan kalo karya kita gak kalah dengan laki-laki!
3.       Pernah punya cerita yang berkesan selama bergelut dalam dunia fotografi?
Cerita yang paling berkesan adalah ketika menjadi fotografer di Harian Kriminal Lampu Merah. Tidak hanya bergaul dengan laki-laki, tapi dengan para preman dan penegak hukum tentunya. Yang difoto pun bukan hal biasa. Mulai dari mayat berbagai bentuk, sampai demo yang penuh bom molotov, dan kejadian-kejadian kriminal lainnya. Hampir setiap hari pulang bau mayat, atau muka penuh odol jika abis motret demo. Tapi semua itu tetap dengan senang menjalaninya. Karena pada dasarnya, saya suka tantangan: ).
Berbeda cerita setelah sekarang saya bekerja di Majalah Paras. Yang difoto cantik-cantik dan wangi-wangi. Memotret model dan artis sudah menjadi pekerjaan sehari-hari. Kadang artis/model datang ke studio, tapi tidak jarang juga kita harus datang ke rumah mereka untuk pemotretan.  Tentu saja dengan membawa peralatan studio yang bejibun itu. Kejadian yang sering membuat saya speechless adalah ketika usai setting lampu dan tinggal menunggu make up artis menyelesaikan tugasnya, selalu saja ada pertanyaan, “ fotografernya belum datang ya mbak? “. Kalau sudah begitu biasanya saya diam, dan teman yang menjawab. Hehehe…  (mungkin tampang saya lebih cocok jadi model.. xixixi..)
Ada juga yang terus terang bilang kalau suka melihat fotografer perempuan. Keren katanya.. *pipi langsung merah, jilbab jadi gak muat : ))
Cerita berkesan lainnya adalah kalau ada kesempatan liputan ke luar kota atau ke luar negeri. Pengalaman baru membuat saya lebih bersemangat untuk memotret. Apalagi kalau liputan wisata. Bisa bekerja sambil refreshing : )
4.       Style favorit pada saat melakukan photo shoot?
Style yang  jelas nyaman, aman dan asyik. Jadi, dalam berpakaian pastinya yang simple, matching dan agak sedikit maskulin : )
5.       Pesan untuk para muslimah yang mau berprofesi sebagai fotografer?      
Jangan ragu-ragu kalo sudah memutuskan jadi fotografer. Percaya diri harus diutamakan. Terus belajar kapanpun, bagaimanapun dan pada siapapun. Jauhi sombong, dan.. tetap jaga identitas sebagai muslimah!

4 comments

  1. Dewi Nurcahyani · April 1, 2012

    Terimakasih mbak Nutty.. udah ngasi aku kesempatan untuk menceritakan sedikit pengalamanku kepada para muslimah lainnya : )

    • polite · April 2, 2012

      Sama-sama Mbak..;-)

  2. fred · Oktober 5, 2012

    kapan gue bisa kayak mbak dewi ya?

  3. dewi nurcahyani · November 22, 2012

    Sekarang juga bisa Fred.. kalo kamu mau. Ayo semangat mewujudkan mimpi2mu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s